29 Juli 2026

News Lampung Terkini

Portal Berita Lampung

Semester I 2026, Penyaluran Pupuk Subsidi Tulang Bawang Barat Didominasi Urea dan NPK

Newslampungterkini.com – Penyaluran pupuk bersubsidi di Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Provinsi Lampung, hingga Semester I Tahun 2026 tercatat didominasi pupuk Urea dan NPK Phonska.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Sarwo Haddy Sumarsono, didampingi Ketua Tim Kerja Penyuluh Pertanian Kementerian Pertanian Wilayah Tubaba, Tri Meriyanto, mengatakan, realisasi penyaluran Urea telah mencapai 4.028.746 kilogram atau 49 persen, sedangkan NPK Phonska terealisasi 7.505.187 kilogram atau 47 persen.

Sementara itu, pupuk Organik baru tersalurkan sekitar 9 persen dan pupuk ZA belum terealisasi.

“Secara umum alokasi pupuk bersubsidi yang diberikan pemerintah telah mencukupi kebutuhan komoditas pertanian di Kabupaten Tubaba, karena besaran kuota disesuaikan dengan usulan petani melalui sistem Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK),” kata Tri Meriyanto, Jumat (24/07/2026).

Baca Juga :  Pemkab Tubaba Gelar Konsultasi Publik RPPLH 2026–2056, Wujudkan Pembangunan Berkelanjutan

Berdasarkan data, Kabupaten Tubaba memperoleh alokasi pupuk bersubsidi sebanyak 8.240.319 kilogram Urea, 16.046.119 kilogram NPK Phonska, 30.855 kilogram ZA, dan 2.915.326 kilogram pupuk Organik. Hingga Semester I Tahun 2026, realisasi penyaluran Urea mencapai 49 persen, NPK Phonska 47 persen, Organik sekitar 9 persen, sedangkan pupuk ZA belum tersalurkan.

Meriyanto menjelaskan belum terealisasinya pupuk ZA bukan disebabkan kendala di tingkat daerah. Menurutnya, hingga Semester I Tahun 2026 pemerintah pusat belum mendistribusikan pupuk ZA ke Kabupaten Tubaba karena peruntukannya diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan petani tebu pada Musim Tanam (MT) III.

“Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat terkait jadwal distribusi pupuk ZA. Apabila sudah disalurkan dari pusat, maka pupuk tersebut akan segera didistribusikan kepada petani sesuai alokasi yang telah ditetapkan,” ujarnya.

Baca Juga :  Provinsi Lampung Ditunjuk Jadi Tuan Rumah PIT POGI 2027

Dari sembilan kecamatan se Tubaba penerima pupuk bersubsidi, Kecamatan Tumijajar memperoleh alokasi terbesar, yakni 2.427.397 kilogram Urea dan 3.633.158 kilogram NPK Phonska.

Besarnya alokasi tersebut disebabkan Tumijajar menjadi sentra produksi padi terbesar di Kabupaten Tubaba sehingga membutuhkan pasokan pupuk lebih banyak dibandingkan kecamatan lainnya.

Sementara itu, realisasi penyaluran Urea tertinggi tercatat di Kecamatan Batu Putih sebesar 70 persen, disusul Pagar Dewa 67 persen, Way Kenanga 60 persen, dan Gunung Agung 58 persen. Untuk pupuk NPK Phonska, Batu Putih juga menjadi kecamatan dengan realisasi tertinggi mencapai 58,6 persen, diikuti Pagar Dewa 53,7 persen, Way Kenanga 51 persen, serta Gunung Agung 50,8 persen.

Tri Meriyanto juga mengatakan pengawasan penyaluran pupuk bersubsidi dilakukan secara berjenjang melalui Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) bersama penyuluh pertanian lapangan.

Baca Juga :  TP-PKK Tubaba Perkuat Sinergi Melalui Kunjungan Kaji Tiru TP-PKK OKI

Selain itu, Dinas TPHP juga melakukan verifikasi terhadap laporan penyaluran untuk memastikan pupuk diterima oleh petani yang terdaftar dalam sistem e-RDKK.

Di ungkapkannya, kendala utama dalam penyaluran pupuk bersubsidi saat ini bukan terletak pada ketersediaan stok, melainkan kemampuan sebagian petani untuk menebus pupuk ketika stok sudah tersedia di kios resmi.

Untuk mengatasi hal tersebut, penyuluh pertanian terus mendorong kelompok tani membiasakan menabung secara bertahap agar memiliki dana saat musim tanam tiba.

“Kita pastikan penyaluran pupuk bersubsidi dilakukan berdasarkan kebutuhan riil petani yang diusulkan melalui sistem e-RDKK. Dengan mekanisme tersebut, distribusi pupuk diharapkan tepat sasaran dan mampu memenuhi kebutuhan petani di seluruh kecamatan,” tandasnya.(ar)

Baca Berita di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *