6 Agustus 2026

News Lampung Terkini

Portal Berita Lampung

Rembuk Iklim Pesisir KNTI 2023: Laut Semakin Ganas

Ketua Umum Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia Dani Setiawan

Newslampungterkini.com – Peringatan Hari Nusantara, setiap 13 Desember, merupakaan perwujudan Deklarasi Djuanda tahun 1957, yang memperkuat Undang-Undang Dasar 1945.

Dalam konteks ini, kegiatan Rembuk Iklim Pesisir KNTI 2023 dengan tema “Laut Semakin Ganas” menjadi fokus peringatan Hari Nusantara. Kegiatan ini mengangkat permasalahan dampak perubahan iklim pada masyarakat pesisir dan mencari solusi konkrit.

Baca Juga :  Ngaben Massal Balinuraga Hidupkan Ekonomi Warga, Perputaran Uang Mencapai Rp1M Sehari

Ketua Umum Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI), Dani Setiawan, menyatakan bahwa Indonesia sebagai Negara Kepulauan terbesar di dunia, merasakan dampak serius perubahan iklim.

KNTI, sebagai organisasi terbesar nelayan kecil dan tradisional di Indonesia, memperjuangkan hak-hak perlindungan mereka.

Rembuk Iklim Pesisir KNTI 2023 dilaksanakan di 35 Kab/Kota pada 30 November – 9 Desember 2023, Kegiatan ini berkolaborasi dengan Yayasan PIKUL dan Institut Hijau Indonesia (IHI) untuk menggali solusi-solusi dalam menghadapi perubahan iklim, bersamaan dengan Konferensi Internasional COP28 di Dubai

Baca Juga :  Ekonomi Lampung Tumbuh 5,29 Persen di Triwulan II-2026, Penyerapan Tenaga Kerja Meningkat

“KNTI mengajak untuk bersatu memperjuangkan kehidupan laut yang berkelanjutan, dengan memperkuat jaringan solidaritas, perlindungan Hak Tenurial Nelayan, memastikan edukasi merata, dan melibatkan aktif pemuda dan perempuan pesisir,” ungkap Dani di Kantor KNTI, Jakarta Selatan. Jumat (1/12/2023).

Baca Juga :  Bupati Egi Ajak Lampung Selatan Bersahabat dengan AI, SDM Unggul Disiapkan Hadapi Masa Depan

Sementara itu, Hendra Wiguna, Ketua Pelaksana Rembuk Iklim Pesisir KNTI 2023, menambahkan bahwa kegiatan ini mendesak karena tren pemanasan laut dan kenaikan permukaan laut global.

Menurutnya, perubahan iklim dapat berdampak pada ketersediaan dan perdagangan produk ikan, serta mengakibatkan konsekuensi geopolitik dan ekonomi.

Laporan : Nafian Faiz

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *