3 April 2026

News Lampung Terkini

Portal Berita Lampung

Inilah Mobil yang Akan Digunakan Pada Pelantikan Presiden dan Wapres

Newslampungterkini.com, Jakarta – Pemerintah mempersiapkan sedikitnya 18 mobil untuk para tamu negara (kepala pemerintahan, kepala pemerintahan, hingga utusan khusus) yang akan hadir pada acara Upacara Pelantikan Presiden RI dan Wakil Presiden RI, di Gedung Nusantara MPR RI, Jakarta, Minggu (20/10/2019) siang.

“Rinciannya adalah Mercedes-Bems S450 sebanyak 11 unit, cadangan 1. Lalu E300 sebanyak 13 unit, E250 ada 4 unit, dan E200 sebanyak 10 unit,” kata Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres) Heru Budi Hartono, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (17/10/2019) siang.

Baca Juga :  Cukup Kirim “Hallo”, Warga Lampung Selatan Bisa Adukan Keluhan

Jumlah tersebut, lanjut Kasetpres, diluar kendaraan yang disiapkan untuk pendukung tamu negara, yaitu, Alphard 18 unit, Camry 9, dan tentunya Fortuner sebanyak 27.

Meskipun baru keluar dari pabrik, Kastpres memastikan, mobil-mobil tersebut tidak dibeli, tetapi hanya disewa harian, dengan anggaran keseluruhan sebesar Rp1 miliar.

Baca Juga :  Menaker Imbau Perusahaan Terapkan WFH 1 Hari dalam Sepekan

“Kurang lebih Rp1 miliar. Enggak mahal kok, karena kita hanya minta 4 hari ya, kurang lebih Rp1 miliar,” jelas Kasetpres.

Namun Kasetpres Heru Budi Hartono menegaskan, tidak semua mobil tersebut disewa. Sebagian, lanjut Kasetpres, Sekretariat Negara sudah punya, seperti Mercy, sisanya baru sewa.

Mengenai alasan pemilihan mobil-mobil itu untuk tamu negara, menurut Kasetpres, tentunya masalah kenyamanan, lantas mungkin seri terbaru.

Baca Juga :  Gandeng BUMN, Bupati Egi Siapkan Pariwisata Lampung Selatan ke Level Nasional

Ia menyampaikan untuk harus memberikan yang terbaik kepada tamu kepala negara.

Sejauh ini, lanjut Kasetpres, tamu negara yang hadir adalah dari Brunei Darussalam, Malaysia, Singapura, Australia, Vietnam, Myanmar.

“Kalau Tiongkok itu Wakil Presiden, Vietnam juga Wakil Presiden, Thailand deputinya, Amerika Serikat utusan. Laos utusan, dan Filipina adalah Presiden,” Jelasnya.

 (Bbg/Fid/Rah/Es)