OJK Optimis Pasar Modal Tetap Tumbuh dan Mampu Pulih dengan Cepat
Newslampungterkini.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) optimistis pasar modal Indonesia tetap tumbuh dan mampu pulih dengan cepat meski menghadapi tekanan ekonomi global, konflik geopolitik, hingga tingginya volatilitas pasar sepanjang awal 2026.
Kepala Direktorat Analisis Informasi dan Krisis Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Bayu Samodro mengatakan, berbagai dinamika global memang memberi tekanan terhadap pasar modal Indonesia. Namun, secara umum kondisi pasar masih menunjukkan tren positif.
Hal itu disampaikannya pada kegiatan media gathering dan talk show Edukasi Pasar Modal Terpadu yang diinisiasi OJK Lampung di Hotel Grand Mercure Bandar Lampung, Selasa (19/5/2026).
“Meski terdapat dinamika yang cukup besar, kami optimis pasar modal Indonesia ke depan akan terus tumbuh karena secara umum masih menunjukkan posisi yang positif,” kata Bayu dalam
Menurut Bayu, secara historis pasar modal Indonesia memiliki pola pemulihan yang relatif cepat saat menghadapi tekanan. Saat pandemi Covid-19, misalnya, pasar sempat mengalami penurunan tajam namun kembali pulih dalam waktu singkat.
Hal serupa juga terjadi pada 2025 ketika ketegangan perdagangan global dipicu pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang berdampak pada dunia usaha dan pasar modal.
Memasuki awal 2026, tekanan kembali muncul akibat dinamika geopolitik, mulai dari konflik di Iran, perang Ukraina, hingga situasi di Timur Tengah. Selain itu, isu transparansi di pasar modal juga turut memengaruhi pergerakan pasar.
“Pada tahun ini ada beberapa tekanan yang masih berlangsung sampai sekarang. Namun kami berharap kondisi pasar modal dapat kembali pulih,” ujarnya.
Ia menilai karakteristik pasar modal Indonesia menunjukkan pemulihan yang tidak berlangsung terlalu lama. Berkaca dari pengalaman sebelumnya, pasar cenderung kembali menguat dalam hitungan bulan setelah mengalami tekanan.
“Kami berharap tahun ini, pasca diterapkannya kebijakan baru terkait transparansi informasi di pasar modal, kondisi kembali pulih hingga akhir tahun,” tambahnya.
Di tengah tekanan global tersebut, sejumlah indikator pasar modal Indonesia masih menunjukkan tren positif. Penghimpunan dana korporasi sepanjang 2025 tercatat melampaui target Rp200 triliun dan diproyeksikan meningkat menjadi Rp250 triliun pada 2026.
Rata-rata nilai transaksi harian di pasar saham juga meningkat sepanjang 2025 dan diperkirakan tetap tumbuh pada awal 2026. Selain itu, nilai aset kelolaan (Asset Under Management/AUM) industri investasi dan kinerja reksa dana ikut menguat.
Basis investor pasar modal pun terus bertambah. Per 13 Mei 2026, jumlah investor pasar modal tercatat mencapai 27,07 juta Single Investor Identification (SID), meningkat sekitar 6,71 juta dibanding tahun sebelumnya. Investor ritel domestik usia di bawah 30 tahun masih mendominasi dengan porsi mencapai 54,71 persen.
Untuk memperkuat ketahanan pasar, OJK juga menyiapkan delapan langkah percepatan reformasi integritas pasar modal, di antaranya penguatan transparansi, tata kelola, penegakan aturan, peningkatan likuiditas, hingga sinergi antar pemangku kepentingan. (sn)
Baca Berita Lain di Google News
