30 April 2026

News Lampung Terkini

Portal Berita Lampung

Gubernur Apresiasi SRC untuk Tingkatkan Daya Saing UMKM Sektor Retail

Newslampungterkini.com, Bandarlampung – Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengapresiasi digelarnya Festival Sampoerna Retail Community (SRC) untuk meningkatkan daya saing Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Sektor Retail sekaligus memperkenalkan ekosistem SRC kepada konsumen.

Apresiasi Gubernur tersebut disampaikan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Taufik Hidayat saat menghadiri Festival SRC Indonesia di Pusat Kegiatan Olahraga (Pkor) Way Halim, Bandar Lampung, Minggu (1/12/2019).

Baca Juga :  Wali Kota Eva Tegaskan Komitmen Serius Tangani Persoalan Banjir di Kota Bandar Lampung

“Kegiatan ini dalam upaya meningkatkan daya saing UMKM sektor retail sekaligus memperkenalkan ekosistem SRC kepada konsumen. Semoga kegiatan ini dapat bermanfaat bagi peningkatan UMKM khususnya di Provinsi Lampung,” ujar Taufik.

Menurut Taufik, pada era pasar bebas saat ini pelaku UMKM menghadapi tantangan cukup berat, persaingan antar negara dalam memperebutkan pasar bagi produk industri menjadi semakin ketat.

Baca Juga :  Sekolah Rakyat di Kawasan Kota Baru Lampung Diharapkan Beroperasi Juni 2026

“Dapat dikatakan bahwa UMKM cukup berpotensi untuk berperan serta dalam peningkatan pertumbuhan ekonomi khususnya ekonomi di daerah,” katanya.

Taufik menjelaskan agar dapat bersaing dengan retail-retail, maka warung-warung rakyat diperlukan langkah-langkah upaya pembinaan. Di antaranya dengan melakukan modernisasi, mulai dari pembinaan kepada pemilik toko agar dapat memberikan pelayanan yang ramah.

“Harus juga melakukan penataan barang yang rapi, hingga adanya aplikasi yang memungkinkan warung-warung rakyat ini bisa mendapatkan suplai barang dagangan yang sama dengan suplai yang diterima oleh retail modern,” ujarnya.

Baca Juga :  PFI Kecam Intimidasi Kepala Dinas PSDA Terhadap Wartawan: Pers Dilindungi Undang-Undang!

Taufik mengajak untuk bersama-sama memajukan UMKM, melalui gerakan Berbelanja Dekat Rumah (Berkah).

“Ini dalam upaya pelestarian tradisi, mengingat berbelanja di toko kelontong sarat akan nilai sosial dan ekonomi Indonesia sejak dulu,” tandasnya.

(Bbg/Hmp)