Bandar Lampung Terkini

14 September 2026

News Lampung Terkini

Portal Berita Lampung

Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung Perkuat Pemantauan‎ Penyakit ISPA

Newslampungterkini.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandarlampung mencatat adanya peningkatan laporan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dalam beberapa hari terakhir.

‎‎Peningkatan tersebut terpantau melalui data Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) pada periode 4 hingga 7 September 2026.

‎‎Kepala Dinkes Kota Bandarlampung, Muhtadi Arsyad Tumenggung, mengatakan jumlah laporan kasus ISPA pada 4 September tercatat sebanyak 527 kasus.

‎‎Angka tersebut kemudian meningkat menjadi 632 kasus pada 5 September dan kembali naik hingga mencapai 716 kasus pada 7 September 2026.

‎‎”Data SKDR menunjukkan jumlah kasus ISPA tercatat sebanyak 527 kasus pada 4 September. Kemudian meningkat menjadi 632 kasus pada 5 September dan mencapai 716 kasus pada 7 September 2026,” jelas Muhtadi, Selasa (8/9/2026).

Baca Juga :  Pemkot Bandar Lampung Bagikan BPJS Ketenagakerjaan Untuk Pekerja Rentan, Linmas, Ketua RT dan Kaling

‎‎Menurut Muhtadi, peningkatan laporan kasus ISPA terjadi di sejumlah kecamatan. Lonjakan paling tinggi terpantau di Kecamatan Telukbetung Timur, Kedamaian, Rajabasa, Telukbetung Selatan, Sukarame, dan Tanjungkarang Pusat.

‎‎Peningkatan kasus tersebut terjadi bertepatan dengan periode aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK). Namun, Dinkes Bandarlampung belum dapat memastikan adanya hubungan langsung antara paparan debu vulkanik dengan meningkatnya kasus ISPA.

‎‎Karena itu, Dinkes Bandarlampung terus memperkuat kegiatan surveilans dan pemantauan di lapangan untuk mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif terkait perkembangan kasus.

Baca Juga :  Pemkot Bandar Lampung Bagikan BPJS Ketenagakerjaan Untuk Pekerja Rentan, Linmas, Ketua RT dan Kaling

‎‎Selain ISPA, sejumlah penyakit yang berpotensi berkaitan dengan gangguan kualitas udara juga menjadi perhatian. Di antaranya pneumonia, asma, Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK), iritasi mata, hingga dermatitis.

”Sejumlah penyakit penyerta yang berpotensi berkaitan dengan gangguan kualitas udara, seperti pneumonia, asma, PPOK, iritasi mata, dan dermatitis, hingga saat ini masih terpantau dalam kondisi normal dan stabil,” ujar Muhtadi.

‎‎Sebagai langkah antisipasi, Dinkes juga melakukan validasi data secara berlapis untuk memastikan laporan kasus yang dihimpun akurat serta menghindari kemungkinan duplikasi maupun kesalahan dalam proses input data.

Baca Juga :  Pemkot Bandar Lampung Bagikan BPJS Ketenagakerjaan Untuk Pekerja Rentan, Linmas, Ketua RT dan Kaling

‎‎”Kami meminta laporan harian dari seluruh puskesmas di wilayah Kota Bandarlampung,” katanya.

‎‎Pemantauan secara khusus dilakukan terhadap kecamatan yang mencatat peningkatan laporan ISPA paling tinggi. Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran perkembangan kasus secara lebih akurat.

‎‎Langkah tersebut dilakukan untuk memperoleh gambaran perkembangan kasus secara lebih akurat, sekaligus mendeteksi sedini mungkin apabila terjadi perubahan pola penyakit di masyarakat.(sn)

Baca Berita di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *