16 Mei 2026

News Lampung Terkini

Portal Berita Lampung

Diseret Buaya Ketengah Kanal, Anak Petambak Udang Ditemukan Meninggal

Newslampungterkini.com – Kholik bin Jailani (15) anak petambak udang yang beralamat Blok 5 Jalur 58 Nomor 05, Kampung Bumi Dipasena Agung, Kecamatan Rawajitu Timur, Kabupaten Tulang Bawang, Minggu (8/1/2023) pukul 12. 30 Wib, yang dikabarkan hilang diseret buaya di kanal blok 5, tepat pada  pukul 21. 55 Wib malam ini ditemukan.

Korban ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia setelah sepuluh jam lebih dilakukan pencarian.

Baca Juga :  Pemprov Lampung Perkuat Kerja Sama Lampung–Malaysia di Sektor Pariwisata, Energi dan Investasi

Sekertaris Kampung Bumi Dipasena Agung, Kasdari menyampaikan, bahwa sejak dari kemarin siangnya warga masyarakat berbondong-bondong melakukan pencarian korban,  tidak saja warga Kampung Bumi Dipasena Agung saja, tapi juga ada beberapa orang berasal dari Kampung sebelah.

“Mereka datang membawa speed boat dan klotok untuk membantu pencaharian korban,” jelasnya.

Setelah diketemukan, korban langsung dibawa ke Poliklinik di Kampung Bumi Dipasena Agung, untuk mendapat pemeriksaan medis selanjutkan akan dikebumikan di Rawajitu Selatan.

Baca Juga :  Gubernur Pangkas Waktu Tempuh ke Destinasi Wisata Unggulan, Bandar Lampung–Kiluan–Gigi Hiu hanya 2,5 Jam

“Tepat jam 21.55 setelah sepuluh jam lebih dilakukan pencarian, Korban Kholik diketemukan oleh para relawan. Posisi korban diketemukan di dasar air tidak jauh dari tempat awal korban diterkam buaya, korban diketemukan dalam keadaan meninggal dunia,” kata Kasdari.

Kronologis kejadian, kemarin siang, beberapa warga Kampung Bumi Dipasena Agung, beraktivitas menjaring ikan di kanal buang  Blok 5 di depan jalur 58, tidak jauh dari alamat rumah korban, mereka mencari ikan untuk lauk makan siang, satu diantara mereka ini diserang buaya.

Baca Juga :  1.061 Kopdes Merah Putih Diresmikan Presiden, Lampung Dukung Penuh Percepatan Pembentukan Kopdes Melalui Pemanfaatan Aset Milik Pemda

Sempat terjadi tarik menarik antara teman-teman korban dan buaya, tapi karena posisi air pasang tinggi teman-teman korban tidak bisa mempertahankan korban yang diseret buaya ketengah kanal dan sejak itu korban hilang.

Laporan : Nafian Faiz

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *