Bandar Lampung Terkini

29 September 2026

News Lampung Terkini

Portal Berita Lampung

Diskusi IJTI: Migrasi Analog ke Digital Janjikan Tayangan yang Lebih Berkualitas

Newslampungterkini.com – Migrasi penyiaran televisi analog ke digital yang resmi diberlakukan pemerintah pusat melalui Kemenkominfo pada 2 November 2022 mendatang, menjadi harapan banyak pihak untuk hadirnya siaran televisi yang lebih baik dan berkualitas.

“Banyak keuntungan yang dijanjikan untuk masyarakat saat televisi digital diberlakukan,” ungkap Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Lampung, Febriyanto Ponahan saat mengisi diskusi internal Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Pengurus Daerah Lampung, Jumat (9/4/2021).

Baca Juga :  Pemkot Bandar Lampung Ajukan Tiga Kawasan Jadi Kampung Nelayan Merah Putih

Lebih lanjut Rian, panggilan akrab Febriyanto Ponahan mengatakan, keuntungan bagi masyarakat tentu tayangan yang berkualitas dari segi konten dan gambar. Masyarakat akan dìsuguhkan gambar yang jelas dan terang, juga konten-konten yang beragam dan berkualitas.

“Selain kualitas tayangan, menurutnya televisi digital juga membuka peluang ekonomi bagi konten kreator untuk bersaing membuat konten berkualitas. Hanya saja, kenapa ini belum berjalan? Karena payung hukumnya belum kuat, dan proses ini harus terus didorong,” terus mantan jurnalis televisi itu.

Baca Juga :  Dari Regulasi ke Pembangunan, Pemprov Lampung Dukung Penyusunan 28 Raperda 2027

Di Lampung sendiri, menurut Rian, nantinya akan dibagi tiga wilayah digital. Jadi siapa saja yang nantinya mau membuat atau menjadi pemilik televisi siaran digital, bisa memilih wilayah sesuai kemampuannya.

Sementara, Ketua IJTI Lampung Hendriansyah mengatakan, dialog terbuka terkait migrasi penyiaran televisi analog ke digital ini diharapkan mampu memberi pemahaman baru, khususnya pada anggota IJTI Lampung sebagai insan pers televisi.

Baca Juga :  Pemprov Lampung Perkuat Infrastruktur Jalan, Tekan Biaya Logistik dan Buka Akses Ekonomi Lampung Utara

“Kita sebagai pekerja televisi tentu harus paham, karna mau tidak mau, jurnalis akan dihadapkan pada era digital. Kita harus tentang bagaimana kita menyikapi serta bagaimana mengisi peluang-peluang tersebut,” pungkas jurnalis Radar Lampung Televisi tersebut.

(ril/red)