25 Mei 2026

News Lampung Terkini

Portal Berita Lampung

Pemkab Tuba Dukung Program Keamanan Pangan Terpadu Oleh BPOM

Newslampungterkini.com – Pemerintah Kabupaten Tulangbawang siap mendukung program keamanan pangan terpadu yang dilaksanakan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di seluruh Indonesia.

Kesiapan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Tulangbawang Anthoni, usai mengikuti focus group discussion (FGD) dengan BPOM, Selasa (16/3/2021). Acara yang berlangsung secara virtual itu membahas peluncuran Program Keamanan Pangan Terpadu Kabupaten/Kota.

Baca Juga :  Geliat Ekonomi IDS Sumatra 2026, Dagangan Ikhsanudin Baru Datang Langsung Ludes

Pada akesempatan tersebut, Sekdakab didampingi Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Perdagangan, dan Kepala Dinas Ketahanan Pangan.

Anthoni mengatakan, keamanan pangan terpadu bagian dari program prioritas nasional untuk penurunan kasus stunting yang ditarget mecapai 100 persen pada tahun 2024.

Karena itu, lanjut dia, Pemkab Tulangbawang akan memperkuat koordinasi dan sinergi untuk menyukseskan pelaksanaan program tersebut.

Baca Juga :  Nol Rupiah APBD! Aksi Nyata Bupati Cerdas Radityo Egi Boyong Event Nasional, Rakyat Lampung Selatan Nikmati Event Gratis

Sebelumnya, Deputi 3 BPOM Bidang Pengawan Pangan Olahan Rita Endang mengatakan, berdasarkan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012, pangan merupakan kebutuhan dasar manusia. Karena itu, pemenuhan pangan harus mencakupi kecukupan gizi, mutu, dan keamanan.

“Keamanan pangan harus dipenuhi disepanjang rantai pangan. Pemenuhan itu merupakan tanggung jawab bersama. Untuk mewujudkan keamanan pangan perlu dilakukan melalui tiga pilar keamanan pangan” pelaksanaan keamanan pangan oleh pemerintah, pelaku usaha dan masyarakat,” ujar Rita.

Baca Juga :  Dipuji Langsung Menko Zulhas, Strategi 0 Rupiah APBD Bupati Egi di IDS Sumatra 2026 Jadi Sorotan Nasional

Dia berharap, program keamanan pangan terpadu dapat berkontribusi untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat dan pemulihan perekonomian Indonesia. Terutama pada masa pandemi covid-19. (NLT/Dimas)