13 Juli 2026

News Lampung Terkini

Portal Berita Lampung

Komunitas Q-Tiran Tubaba Ramaikan Festival Bambu Internasional di Uluan Nughik

Newslampungterkini.com – Komunitas Q-Tiran (Burung Perkutut) Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) Lampung, ramaikan Festival Bambu Internasional di Calon Kota Budaya Uluan Nughik Panaragan, Jum’at (6/11/2020)

Sekitar saratusan pecinta burung perut lokal Tubaba, menampilkan hewan peliharaannya di halaman taman budaya setempat, sekaligus menggaungkan komitmen untuk melestarikan perkutut asli Indonesia dari berbagai daerah di Lampung terutama Tubaba.

Sekitar lima puluhan tiang bambu yang berdiri kokoh di sudut halaman rumah tapis, tampak dan terdengar suara Q-Tiran dengan lantunan yang berbeda-beda.

Baca Juga :  Wabup Tubaba Apresiasi Remind Festival 2026: Ajang Hiburan Sekaligus Penggerak Ekonomi Lokal

“Kegiatan Komunitas Q-Tiran Tubaba sebenarnya sudah ada agenda ‘Ngerek’ setiap Jum’at, Sabtu dan Minggu pagi di Gantangan Uluan Nughik. Tetapi karena Tubaba ada Festival Bambu Internasional, jadi semua pecinta burung perkutut lokal ikut meramaikan kegiatan sekaligus mendeklarasikan pelestarian dan seni memelihara burung perkutut lokal,” kata Budi Prayoga Ketua Perkutut Katuranggan Nusantara kepada media Newslampungterkini.com.

Baca Juga :  BI Lampung Tingkatkan Kompetensi Jurnalis, Perkuat Kualitas Penulisan Berita Ekonomi

Lanjutnya, dari jenis burung perkutut yang ada di Tubaba hampir semuanya memiliki jenis yang sama dengan jenis buru perkutut yang ada di nusantara.

“Antara perkutut Mataram dan Majapahit hampir tidak ada perbedaan dengan perkutut lokal Lampung terutama di Tubaba. Keistimewaan Q-Tiran para pecinta, itu tergantung pada seni memeliharanya masing-masing,” ungkapnya.

Baca Juga :  Pemprov Lampung Ajak Masyarakat Jadikan Bayar Pajak sebagai Investasi Pembangunan Daerah

Pada kegiatan tersebut, ratusan peserta komunitas Q-Tiran Tubaba membubuhkan tanda tangan di atas Banner uluran 2 x 2 meter, sebagi bentuk komitmen pelestarian dan seni memelihara perkutut lokal sebagai bentuk menjaga kekayaan alam dan warisan budaya asli Indonesia.

Selain itu, kegiatan juga diramaikan dengan doorprize berupa 10 buah kandang eksklusif, 40 bungkus pakan perkutut dan pelepasan 10 ekor burung perkutut.

Laporan : Dedi Priyono