11 Juli 2026

News Lampung Terkini

Portal Berita Lampung

Kementan Siap Penuhi Kebutuhan untuk Wujudkan Lampung sebagai Lokomotif Pertanian Indonesia

Newslampungterkini.com – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Inspektur Jenderal (Irjen) Kementan Sumardjo Gatot Irianto siap memenuhi kebutuhan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi untuk mewujudkan Lampung sebagai Lokomotif Pertanian Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Irjen Kementan Sumardjo Gatot Irianto saat Rapat Evaluasi Program Kementerian Pertanian RI di Provinsi Lampung di Swiss Belhotel, Kamis (9/7/2020) malam.

“Apa aja yang diminta kita penuhi, beliau (Gubernur-red) minta sekarang kita kasih kemarin. Pokoknya yang diminta Lampung kita penuhi,” ujar Sumardjo.

Baca Juga :  PHC Ubah Wajah Perkebunan Kopi Lampung, Gubernur Mirza Dorong Produktivitas Meningkat

Dukungan ini juga dibuktikan dengan dilakukannya penandatanganan kerjasama penyaluran KUR tani dan penyaluran Kartu Petani Berjaya (KPB) antara BNI dengan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten/Kota terkait.

“Seperti malam ini kita padukan KUR dengan KPB langsung kita saksikan penandatanganannya bersama Kabupaten/Kota,” katanya.

Baca Juga :  Pemkot Bandar Lampung Pastikan Seluruh Siswa Tertampung Sekolah Negeri: Gratis Tanpa Pungutan!

Sementara itu, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi menyampaikan demi mewujudkan Lampung sebagai Lokomotif Pertanian Indonesia, dibutuhkan dukungan dari seluruh Kabupaten/Kota.

“Lokomotif itu ada pada kalian semua para Kepala Dinas lingkup pertanian, bagaimana kita bisa membuktikan lokomotif pertanian itu. Lampung tidak ada alasan tidak maju disektor pertanian, tidak ada komoditi di Lampung yang tidak nasional,” ujar Gubernur Arinal.

Baca Juga :  Wagub Jihan Tinjau Langsung Calon Siswa Sekolah Rakyat di Kota Metro

Arinal menyebutkan Kabupaten/Kota juga harus ikut turut serta dalam mensukseskan program KPB.

“Karena KPB inilah yang bisa memberikan solusi. Sehingga tidak ada lagi petani ketika dia tanam benihnya tidak ada, tidak ada lagi pupuknya terlambat dan tidak ada lagi produksinya bagus tetapi harganya rendah,” katanya.

(dms/adpim)