11 Oktober 2026

News Lampung Terkini

Portal Berita Lampung

Tak Layak Konsumsi, Pemkab Purwakarta Kembalikan Sample Beras dari Bulog

Newslampungterkini.com, Purwakarta – Sebanyak 1 ton sample beras dari Bulog yang diperuntukan bagi 10.000 KK di 6 Kecamatan yang terdampak Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dikembalikan, pasalnya kualitas beras tersebut dianggap tidak layak konsumsi.

“Sample beras tersebut sudah kita kembalikan ke Bulog, sebanyak 1 ton untuk ditukar ke beras dengan kualitas medium. Jadi kami tegaskan, beras yang berada di kantor Dinsos tersebut bukan beras oplosan, itu hanya beras sample. Sudah kita kembalikan agar ditukar,” kata Sekda Purwakarta, Iyus Permana, di ruang kerjanya, Jumat (15/5/2020).

Baca Juga :  Status Gunung Anak Krakatau Naik ke Level III, Masyarakat dan Wisatawan Dilarang Beraktivitas Radius 5 Kilometer

Menurutnya, beras tersebut kami nyatakan rijek. Awalnya beras tersebut diajukan Bulog ke Dinsos untuk dibagikan ke warga, namun ditolak karena dianggap tidak layak, beras sample tersebut akhirnya dikembalikan kembali ke Bulog.

“Secara keseluruhan jumlah bantuan beras untuk warga terdampak PSBB di 6 kecamatan tersebut berjumlah 100 ton, yang akan dibagikan kepada 10.000 KK, dengan asumsi per KK sebanyak 10 kilogram, kualitas beras medium, bantuan berasal dari Kemensos,” kata Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Purwakarta ini.

Baca Juga :  Status Gunung Anak Krakatau Naik ke Siaga, Pemkab Lampung Selatan Imbau Warga Tetap Tenang dan Waspada

Artinya, lanjut Iyus, Pemkab Purwakarta memastikan tidak ada beras oplosan yang akan dibagikan kepada warga yang terdampak Covid-19. “Beras berasal dari Bulog, kita hanya mendistribusikan kepada warga terdampak sesuai dengan data yang ada di dinas sosial,” demikian Iyus Permana.

Baca Juga :  Status Gunung Anak Krakatau Naik ke Level III, Masyarakat dan Wisatawan Dilarang Beraktivitas Radius 5 Kilometer

Untuk diketahui, ada beberapa jenis bantuan berupa beras yang didistribusikan oleh Pemkab Purwakarta, selain 100 ton dari bantuan Kemensos dengan kualitas medium. Ada juga bantuan yang bersumber dari APBD Purwakarta sebanyak 32 ton dengan kualitas premium.

(Bbg/Kmf)