25 Mei 2026

News Lampung Terkini

Portal Berita Lampung

PAD Tiga Pasar di Tubaba Meningkat 154,91 Persen, BPPRD Berharap Terus Berlanjut

Newslampungterkini.com, Tulang Bawang Barat – Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan (LAKIP) Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari tiga Pasar di Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) Lampung terus meningkat signifikan dari tahun 2018.

Hal tersebut diungkapkan Drs. Khairul Amri, Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Tubaba, saat diwawancarai media Newslampungterkini.com diruangan kerjanya pada Rabu (5/3/2020) sekitar pukul 08.30 Wib.

Dijelaskan Khairul Amri, bahwa PAD dari Penerimaan Retribusi tiga Pasar di Tubaba yakni, Pasar Panaragan Jaya, Mulya Asri, dan Dayamurni, diperoleh dari Retribusi Pelayanan Pasar, Retribusi Pasar Grosir dan Pertokoan.

Baca Juga :  ”OREO Berbagi Seru” Hadir dengan Edukasi dan Alat Pembelajaran Seru untuk Perkuat Sosialisasi Lima Pilar Pendidikan Karakter di Tubaba

“Saya masuk dan menjadi Kepala Diskoperindag Tubaba ini sekitar pada bulan April 2018, dan saat itu kondisi PAD pasar masih dikelola pihak ketiga dengan target dari Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Rp. 252.148.000 dan Alhamdulillah tercapai Rp. 277.837.680, dengan pencapaian persentase 110,18 Persen,” terangnya.

“Kemudian di tahun 2019 saya bersama UPTD melakukan uji coba untuk kita kelola sendiri Pasar Kabupaten tersebut, yang mana ditargetkan PAD mencapai Rp. 392.000.000 dan justru tercapai Rp. 607.254.500, yang artinya capaian realisasinya 154,91 Persen pada tahun 2019. Hingga dari tahun ke tahun kita terus meningkatkan,” tambah Khairul Amri.

Baca Juga :  Lewat Women Drift Challenge IDS 2026, Zita Anjani Tegaskan Sirkuit Drifting Bukan Cuma Milik Lelaki

Lanjutnya, pada tahun 2020, dilakukan Evaluasi oleh pihaknya lantaran kekurangan personil dan banyaknya pekerjaan dilapangan, sehingga diputuskan untuk kembali bekerjasama dengan Pihak Ketiga dengan catatan target PAD minimal harus sesuai Memorandum Of Understanding (MoU) yaitu senilai Rp.600.000.000.

“Pihak Ketiga menyanggupi target yang ditetapkan. Lalu tahun 2020 ini, PAD kita ditargetkan dari BPPRD senilai Rp.392.000.000., sama seperti pada tahun 2019. Namun tentunya kita terus berbenah, agar bagaimana caranya PAD kita bisa Overload seperti pada tahun 2019, bahkan melebihi dari itu. Kalau kita lihat sampai bulan ini, insyaallah semua yang diharapkan bisa berjalan lancar,” jelasnya.

Baca Juga :  Di Tengah Hingar Bingar Indonesian Drift Series 2026, Bupati Egi Sempatkan Jajan Dagangan Pelaku UMKM

Ditempat terpisah, Bendahara Penerimaan BPPRD Astuti Darmayanti, mendampingi Kepala BPPRD Nahkoda, membenarkan keterangan dari Kepala Diskoperindag tersebut yang memang sudah sesuai LAKIP.

“Memang benar, tentunya kita bangga dengan adanya kenaikan PAD yang signifikan ini dari tiga Pasar di Kabupaten Tubaba, tentunya besar harapan agar pencapaiannya bisa terus berlanjut dan terus meningkat,” imbuhnya.

Laporan : Dedi Priyono