5 Februari 2026

News Lampung Terkini

Portal Berita Lampung

Kilau Seperti Bongkahan Emas Terpancar dari Kepala Naga di Tugu Rato Tubaba

Newslampungterkini.com, Tulang Bawang Barat – Dari kejauhan tampak dua ekor Naga berwarna putih bercorak kuning keemasan, menarik kereta Singgasana yang diatasnya berdiri sepasang pengantin berpakaian adat budaya Lampung.

Kedua pengantin itu, dipayungi oleh payung dengan tiga warna atau corak bertingkat, yakni Putih, Kuning dan Merah sebagi simbol suku dan marga adat budaya Lampung di Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) Lampung.

Diatas batu berukuran besar, tampak terlihat hentakan kaki kedua Naga berdiri dengan posisi mulut yang memerah sambil mengaung, menjulurkan lidah dan nampakan taringnya yang tajam. Kedua Naga itu dikendalikan oleh seorang pawang yang menggenggam tali dan cambuk seakan-akan sedang mengendalikan Naga sedang berjalan.

Kilau yang nampak seperti bongkahan emas, terpancar dari leher dan kepala kedua Naga itu, ternyata tampak terpasang dua buah seperti lempeng mahkota berwarna emas, dengan sisik dan tanduk juga yang berwarna putih bercorak-corak kuning keemasan dan kecoklatan, hasil teknik pengecatan para seniman.

Itulah salah satu Icon Wisata Tubaba yang terletak di pertigaan jalan Kelurahan Panaragan Jaya, Kecamatan Tulang Bawang Tengah atau berjarak sekitar 400 meter dari Kompleks Islamik Center, yang bernama TUGU RATO NAGOU BESANDING. Yang berarti Tugu Rato adalah Tugu Kereta Singgasana dalam adat budaya Lampung, sedangkan Nagou Besanding yang artinya sepasang ular naga.

Saat itu Senin (23/12/2019) terlihat seorang pria berbadan besar dan berperawakan suku Bali sedang berdiri dan memandu tujuh orang pekerja yang sedang mewarnai tubuh naga dipertigaan jalan. Lalu dari ketujuh orang itu satu diantaranya seorang pekerja wanita yang ahli mewarnai menggunakan kuas cat.

Baca Juga :  Lampung Selatan Luncurkan “Si Muli” Marketplace Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah

Ternyata seorang berperawakan suku Bali itu adalah seniman ternama asal pulau dewata, yakni I Wayan Winten. Sosok itu merupakan sosok seniman ahli patung terkenal asal Provinsi Bali.

Karya-karya yang megah dan mewah, bernilai seni tinggi, telah mewarnai pulau Dewata, Bali, seperti Patung Satria Gatutkaca di pertigaan Tuban, dekat Bandar Ngurah Rai Denpasar Bali dan patung Dewa Ruci yang terletak di persimpangan Nusa Dua Bali.

Ditengah kesibukan I Wayan Winten, di bawah Tugu Naga sambil memandang dua Naga, penulis mencoba menarik perhatiannya dengan bertegur sapa, ternyata dia sosok seniman yang tidak mudah lupa dengan orang yang pernah bertemu dan menjadi lawan bicaranya.

“Apa kabar bli? (sapaan akrab kakak untuk orang Bali) bli sedang apa dan sudah berapa lama di Tubaba?,” tanya penulis kepada bli Wayan.

“Kabar baik, saya sudah dua hari di Tubaba, ini sedang merias kembali Patung Naga jelang tahun baru 2020, tampilan Tugu Rato ini kita cat kembali dengan tampilan warna yang berbeda. Bagai mana kabarnya pak, kalau tidak salah dulu kita pernah ngobrol disini saat pertama kali saya membangun patung ini ya?,” jawab bli Wayan.

Di bawah ketinggian Tugu Naga Tubaba, I Wayan Winten, dengan keramahannya bercerita tentang Seni membangun suatu daerah dengan Icon khas yang bisa membuat suatu darah menjadi ramai dikunjungi, terkenal dengan berbagai Icon Wisatanya.

“Icon Patung atau Tugu yang ada di Tubaba seperti, Tugu Rato, Patung Megou Pak dan patung menak pati pejurit, bisa saja ditiru oleh daerah lain, tetapi ciri khasnya tidak bisa dimiliki dengan seutuhnya oleh orang lain, dan ini hanya saya buat khusus untuk Tubaba,” ujarnya.

Baca Juga :  Diseminasi BULD DPD RI Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah dalam Tata Kelola Pemerintahan Desa

“Bli, Tugu Naga ini sempat menjadi buah bibir warga yang melintas, karena ada bunyi-bunyian yang terdengar dari tugu ini seakan-akan hidup, bagaimana pendapat bli selaku pembuatnya?,” tanya ku lagi dengan bli Wayan.

“Ah itu perasaan saja, jadi masyarakat Tubaba jangan berpikir energi negatifnya, itu bisa saja menghantui pikiran bagi warga yang selalu berpikir horor atau negatif, cobalah berpikir yang positif agar bisa menikmati pesona tugu naga ini,” ujarnya.

“Biasa saja saya buat tugu ini seakan-akan hidup dengan realita, dengan cara saya buat dan meletakkan Gong Seng yang akan berbunyi disetiap saat. Sekali lagi saya mengajak masyarakat Tubaba nikmatilah dan jagalah keindahan Icon yang ada di Tubaba ini agar Tubaba semakin dikenal dan menjadi daerah tujuan para wisata,” ungkap bli Wayan.

Saat sedang bercerita, tiba-tiba sosok lelaki berpakaian kaos oblong berwarna putih, becelana jeans dan bersepatu, turun dari sebuah kendaraan baru yang dikawal oleh kendaraan berwarna hitam, tiba-tiba dari kejauhan memegang sebuah Handphone, dan motret pesona tampilan baru wajah Naga yang begitu populer, dan dia adalah Wakil Bupati Tubaba Fauzi Hasan.

Tidak begitu lama, hanya hitungan detik Wakil Bupati Tubaba itu, tampaknya hanya ingin mengabadikan progres perubahan yang terjadi selama tim kerja bli I Wayan Winten merias Tugu Naga itu, lalu kembali bergegas menaiki kendaraannya memutar tugu rato dan tampaknya menuju rumah dinasnya dikelurahan Panaragan Jaya.

Sore itu, ada banyak inspirasi yang diceritakan bli Wayan atas kiat-kiatnya membangun sejumlah Icon di Tubaba. Senja pun tiba, seniman itu bergegas mempersiapkan diri, meski tampaknya masih banyak yang ingin diceritakannya.

Baca Juga :  Pemprov Lampung Dorong BRT ITERA Jadi Proyek Percontohan Transportasi Publik Modern

Pria itu pun, kembali ke tempat penginapannya yang saat itu telah dijemput oleh sosok pemuda yang berdiri di mobil berwarna putih yang telah tiba. “Oke ya, saya pamit dulu, saya sudah dijemput, terimakasih sudah menemani hari ini, sampai jumpa lagi ya,” pamit bli Wayan.

Sembari menunggu matahari terbenam dan suasana semakin gelap, tidak terasa sorotan lampu memancarkan cahaya ke Tugu Rato Nagou Besanding sehingga membuat semua terasa indah saat duduk di pinggirannya.

Baru disadari, ternyata tampilan baru Icon Tugu Rato Nagou Besanding itu tergerak dari sebuah pemikiran bagi yang ingin terus berkarya demi kemajuan daerah Tubaba.

Sebuah gagasan sederhana tapi sangat berkesan, yakni kolaborasi gagasan sosok pemuda dan wakil kepala daerah, mereka adalah Wakil Bupati Tubaba Fauzi Hasan SE MM dan Kepala Bidang Pengelolaan Pertamanan dan Penerangan Pemukiman pada Dinas Perkimta Tubaba yakni Restu ST MT.

Menurut penulis, Indahnya Kolaborasi gagasan antara Pimpinan dan Bawahan, ternyata mampu mewujudkan keindahan seindah kilau cahaya yang dipancarkan dari warna tugu rato saat ini. Tentu saja semua itu dilakukan dengan hasil kreasi bantuan tangan para ahli-ahli dari pulau bali yang menjiwai seni dan budaya.

Kerja cerdas dan ikhlas akan menghasilkan hasil yang puas, seperti tampilan baru wajah Tugu Naga Tubaba, akan menjadi spirit baru ditahun baru 2020 bagi semua pengunjung.

Penulis mengucapkan, selamat berwisata di Tubaba, selamat Berlibur, selamat Natal dan Tahun Baru 2020.

Penulis : Dedi Priyono

Copyright © 2015 | PT Lampung Terkini Mediatama |