18 Juni 2026

News Lampung Terkini

Portal Berita Lampung

HUT Kampung Bumi Rahayu Gelar Wayang Kulit dan Ruwatan

Newslampungterkini.com, Lampung Tengah – Warga Kampung Bumi Rahayu melaksanakan bersih kampung atau HUT Kampung ke 46 di lapangan Merdeka Kampung Bumi Rahayu, dengan mengadakan pagelaran wayang kulit dan ruwatan. Rabu (30/10/2019)

Acara bersih kampung dihadiri oleh Bupati Lampung Tengah yang diwakili oleh Kadis Kominfo Lampung Tengah H.Sarjito.

Hadir pada acara tersebut Camat Bumiratu Nuban Slamet Winarto, Forkompincam, tokoh agama, tokoh masyarakat dan para aparat kampung setempat.

Dalam sambutan Bupati Lampung Tengah Loekman Djoyosoemarto yang dibacakan oleh Kadis Kominfo Lampung Tengah menyampaikan, bahwa warga masyarakat khususnya warga Kampung Bumi Rahayu untuk menjaga harmonisasi selalu menjaga persatuan dan kesatuan serta selalu mengobarkan semangat gotong royong yang sudah dibangun di Kabupaten Lampung Tengah.

Baca Juga :  Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah, Pemprov Lampung Perkuat Konektivitas Transportasi

Sementara, Plt. Kepala Kampung Bumi Rahayu Pujono.melaporkan bahwa berkat keguyuban dan gotong royong semua warga masyarakat, HUT Kampung Bumi Rahayu dapat terlaksana, hal ini terbukti adanya sumbangan masyarakat secara swadana yang terkumpul sebanyak 24 juta lebih.

Baca Juga :  Tindaklanjuti Arahan Kemendagri, Pemprov Lampung akan Gelar Nobar Piala Dunia 2026

Dalam kesempatan itu, Plt. Kakam Pujono memberikan piagam penghargaan kepada mantan Kakam beberapa periode, mantan aparat kampung lainnya yang sudah purna bakti seperti Kadus, RT, Linmas, Tokoh Agama , Tokoh Masyarakat, dan beberapa lainnya.

Plt. Kakam juga memberikan dorprize kepada warga yang hadir di lapangan merdeka Kampung Bumi Rahayu tersebut.

Bukti rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa Allah SWT. warga masyarakat dalam bersih kampung melestarikan budaya wayang kulit dengan lakon Wahyu Katentreman yang dimainkan oleh Dalang Ki. Supriyanto SSn MM yang saat ini menjabat Sekcam Bumiratu Nuban.

Baca Juga :  Wali Kota dan Gubernur Lampung Hadiri Rapat Paripurna Istimewa HUT Kota Bandar Lampung ke-344

Makna lakon Wahyu Katentreman adalah terwujudnya keharmonisan masyarakat, saling asah asih, asuh dalam menjalani perilaku hidup di masyarakat.

“Lakon ini jika dikaitkan dengan akan dilaksanakannya pemilihan Kakam serentak tanggal 7 November 2019, maka siapapun yang menjadi pemenang, maka itulah yang menjadi pemimpin di kampung tersebut. Pemilihan Kakam hanya merupakan sarana mewujudkan demokrasi,” ungkap Pujono.

(Dms/Kmf)