Fauzi Hasan : Taman Kura-Kura Tubaba Miliki Sebagian Jenis Kura Kura Sumatera

Newlampungterkini.com TULANG BAWANG BARAT – Miliki Taman Kura-Kura terbesar di Indonesia, Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) Lampung semakin ramai diminati pengunjung untuk melihat langsung Satwa reftil Warisan purbakala tersebut.
Pantauan media Newslampungterkini.com tidak hanya wisatawan lokal yang berkunjung namun juga berasal dari luar Kabupaten Tubaba.
Destinasi wisata yang dibangun satu lokasi dengan Taman Agrowisata di Komplek SMKN 1 Tulang Bawang Tengah tersebut memang layak menjadi tujuan wisata, sebab tidak hanya menyuguhkan keindahan yang ada, namun keberadaannya juga memiliki nilai edukasi bagi masyarakat luas.
Dikatakan Fauzi Hasan Wakil Bupati populasi kura kura di taman tersebut saat ini ternyata menjadi yang terlengkap di Sumatera.
Setelah mengunjungi BKSDA dan Universitas Bengkulu ternyata dari 15 jenis kura-kura air tawar Sumatera, 8 diantaranya ada di taman kita, Yakni, kura-kura Batok/sawah (Cuora amboinensis), Pipi Putih (Siebenrockiella crassicollis), Baning Cokelat ( Manouria emys), Labi-labi Hutan (Dogania subplana).
“Kemudian Bulus (Amyda cartilaginea), Bajuku (Orlitia borneensis), Labi-labi raksasa (Pelochelys cantorii), dan Kura-Kura Daun (Cyclemys sp),” Kata Fauzi Hasan kepada media Newslampungterkini.com Selasa (23/7/2019)
Lanjutnya, bahkan ada juga satu jenis kura-kura yang habitat aslinya dari luar Sumatera, yakni Kura-kura Perut Kuning (Trachemys scripta) yang berasal dari kawasan alam Amerika.
“Alhamdulillah, berkat dukungan dari berbagai pihak, populasi kura kura di taman tersebut saat ini menjadi yang terlengkap di Sumatera,” ungkapnya.
Penyebutan sebagai taman kura-kura terlengkap di Sumatera ini bukan hal yang berlebihan atau tanpa alasan, sebab menurutnya, dari hasil studi banding yang dilakukan untuk mempelajari lebih jauh tentang kura kura dan perkembangbiakannya beberapa waktu lalu ke Universitas Bengkulu (Unib) yang merupakan satu-satunya penangkaran sekaligus konservasi kura-kura, populasi di Taman Kura Kura Tubaba ternyata lebih banyak jenisnya.
“Di Universitas Bengkulu hanya ada lima jenis, dan tiga diantaranya sama dengan yang ada di Tubaba. Makanya saat kita sampaikan kura-kura apa saja yang ada di tempat kita, mereka kagum bahkan sangat mengapresiasi upaya kita dalam pengembangan kura-kura tersebut, apalagi kita ternyata qsatu-satunya pemerintah daerah yang melakukan itu,” terangnya.
Upaya itu, lanjutnya, tentu tidak lepas dari dukungan dan peran serta berbagai pihak yang secara sukarela memberikan sumbangsih tenaga dan pikiran dalam pembangunan taman tersebut.
“Sekarang sudah ada 42 ekor kura-kura, dan 80 persennya berasal dari hibah masyarakat. Artinya, kami sangat mengapresiasi dukungan nyata masyarakat terhadap keberadaan taman ini dan kami juga tentu membuka diri bagi siapa saja yang ingin menyampaikan saran konstruktif untuk pengembangan kura-kura tersebut. Bahkan kedepan kita akan bentuk relawan yang nantinya ikut serta dalam upaya pengembangannya,” ulasnya.
Pihaknya juga sangat mengapresiasi animo masyarakat yang begitu antusias menyambut hadirnya Taman Kura-Kura di Tubaba.
“Tujuan kita, keberadaan taman kura-kura ini tidak hanya sebatas menciptakan destinasi wisata di Tubaba melainkan nilai edukasi didalamnya juga menjadi tujuan berdirinya taman itu. Berbagai upaya tentu akan terus kita lakukan, dan kedepan fasilitas pendukung lainnya akan kita lengkapi secara bertahap,” pungkasnya.
Laporan : Dedi Priyono