Berikut ini Wisata Budaya dan Religi di Kabupaten Tulang Bawang Barat

Newlampungterkini.com TULANG BAWANG BARAT – Sejumlah tempat wisata budaya dan religi di Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) Lampung, diperkenalkan dalam acara MTQ ke-47 tingkat provinsi Lampung yang digelar mulai tanggal 26 April 2019 hingga 3 Mei 2019.
Wisata budaya dan religi yang terdapat di Kabupaten Tubaba meliputi, Tugu Rato Nago Besanding, Ornamen Megow Pak Tulang Bawang, Relief 3 Dimensi kebudayaan masyarakat lokal, Masjid Baitus Shibur 99 cahaya asmaul husna, Sesat Agung Bumi Gayow dan bebarapa tempat wisata religi makam leluhur di Kabupaten Tubaba.
- PATUNG NAGOW BESANDING
Patung Tugu Rato Nago Besanding atau Patung Naga Adalah ikon baru di Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) provinsi Lampung, yang menggambarkan adanya dua ekor naga yang sedang menarik kereta kencana, serta dikendarai oleh kusir serta ditumpangi oleh Pengantin Lampung.
- PATUNG ORNAMEN MEGOW PAK
Ornamen ini sarat filosofi, dengan latar belakang sejarah leluhur penduduk Tulang Bawang dan masyarakat adat Megou Pak Tulang Bawang yang terdiri dari Buway Aji, Buway Bulan, Suway Umpu dan Tegamo’an.
Monumen ini melambangkan suatu bentuk persatuan seluruh masyarakat di wilayah Kabupaten Tulang Bawang Barat.
- RELIEF 3 DIMENSI
Terletak di sebelah timur Panaragan Tiyuh, membentang sepanjang 100 meter di sekitar jalan menuju Panaragan Tiyuh. Relief 3 Dimen- si Panaragan Tiyuh ini melambangkan dan menunjukkan kearifan lokal (budaya lokal) penduduk Kabupaten Tulang Bawang Barat.
- MASJID 99 CAHAYA ASMA’UL HUSNA
Masjid ini memiliki 99 lubang cahaya yang menerangi Masjid dan akan berubah sesuai perputaran bumi mengelilingi matahari, kita juga bisa menyebutnya Kubah Cahaya 99 Asma’ul Husna.
Baitus Shobur ini memiliki arti “Tempat Orang Yang Sabar” Filosofi dari nya ialah mencegah perbuatan kotor dan keji “Sebaik-baik nya Tempat Untuk Menahan diri itu Masjid”
- SESAT AGUNG BUMI GAYOW
Sesat Agung ini adalah rumah adat Lampung dengan motif berbeda dengan bangunan Sesat Agung lainnya, yakni Gabungan Empat Rumah Besar yang dapat di artikan sebagai Empat Marga Besar yang ada di Tulang Bawang, dan Empat Rumah Besar tersebut menaungi Lima Rumah Besar di dalamnya dan dapat di artikan pula sebagai ” Menaungi Transmigrasi dari Lima Pulau Besar di Indone- sia, Bersatu dan Berbaur menjadi satu atap Bersama.
- MAKAM MINAK PATI PEJURIT
Minak Pati Pejurit atau juga disebut Minak Kemalo Bumi merupakan leluhur masyarakat Tulang Bawang yang hidup di abad ke 14 sampai dengan ke 16 , merupakan keturunan ke-10 Kerajaan Tulang Bawang.
Minak Pati Pejurit (Minak Kemalo Bumi) merupakan anak dari Tuan Rio Mangkubumi di Pagar Dewa, sebelum bernama Minak Pati Pejurit beliau bernam asli Minak Kemalo Bumi.
Minak Kemalo Bumi mengikrarkan dirinya menjadi seorang muslim, setelah itu beliau memperdalam ilmu islamnya dengan berangkat menuju ke Mekkah dan mengganti namanya menjadi minak pati pejurit (haji pejurit) dan dimakamkan di tiyuh pagar dewa.
- MAKAM MINAK INDAH
Minak Indah Minak Indah merupakan anak dari Tuan Rido Sanaah yang juga bersaudara dengan Minak Ma’dum, Minak Raja Ratu dn Minak Sang Menteri.
Konon cerita warga Tulang Bawang, pernah terjadi perselisihan antara Minak Indah dan Minak Triodeso dari Abung Siwo Megou, hal ini dikarenakan Minak Indah yang terkenal dengan kesaktiannya dan menjadi angkuh dan sombong.
Dalam pertarungan tersebut Minak Triodeso juga mengalami kesulitan untuk mengalahkan Minak Indah yang sakti, informasi tentang kelemahan Minak Indah sendiri diperoleh langsung dari istri Minak Indah. Minak Indah hanya dapat dibunuh dengan menggunakan bambu yang tumbuh diatas gundukarn tanah (benteng).
Makam Minak Indah terletak di Kampung Panaragan yakni tepatnya di pinggir sungai batang hari gemol.
- MAKAM SYEH BAGUS MUSTOFA
Terletak di Umbul Bakung Nyelih Suku 04 Tiyuh (Kampung) Bandar Dewa, Makam Syeh Bagus Mustofa ini sering dikunjungi oleh banyak orang baik dari penduduk lokal Kabupaten Tulang Bawang Barat maupun penduduk dari luar Provinsi Lampung.
Syeh Bagus Mustofa dipercaya hidup pada Abad ke-14 bersamaan dengan keberadaan Minak Kemalo Bumi atau dikenal sebagai Minak Pati Pejurit, kedua Tokoh ini dikenal sebagai penyebar agama islam di wilayah Tulang Bawang.
Editor : Dedi Priyono
Sumber : MCT