Bandar Lampung Terkini

25 September 2026

News Lampung Terkini

Portal Berita Lampung

Pelajar di Bandar Lampung akan Punya “Penghasilan Sendiri” dari Sampah

Newslampungterkini.com – Sampah di sekolah kini tidak hanya menjadi persoalan kebersihan. Di Kota Bandar Lampung, sampah yang dikumpulkan dan dipilah pelajar mulai dikonversi menjadi nilai ekonomi yang masuk ke rekening tabungan mereka.

Sebanyak 4.048 siswa SMP di Bandar Lampung diintegrasikan ke dalam program Bank Sampah melalui kerja sama Pemerintah Kota Bandar Lampung dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung.

Program tersebut menggabungkan edukasi lingkungan dengan inklusi keuangan digital. Pelajar tidak hanya diajarkan memilah sampah, tetapi juga dikenalkan pada bagaimana sampah memiliki nilai ekonomi dan hasilnya dapat dikelola melalui rekening.

Wakil Wali Kota Bandar Lampung Deddy Amarullah mengatakan program tersebut diarahkan untuk membentuk karakter pelajar agar memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekaligus mulai mengenal pengelolaan keuangan.

Baca Juga :  Jefri Arifin Kembali Pimpin SMSI Bandar Lampung, 33 Suara Jadi Modal Perkuat Solidaritas

“Positif, membantu karakter anak-anak sekolah supaya cinta kepada lingkungan. Jadi mereka sebagai kader atau duta bakti sampah atau kebersihan. Selain edukasi untuk kebersihan lingkungan dan peduli akan sampah, juga belajar untuk menabung,” kata Deddy di Gedung Semergou, Senin, 31 Agustus 2026.

Dalam pelaksanaannya, sekolah menetapkan hari khusus bagi siswa untuk membawa sampah yang telah dipilah berdasarkan kategori.

Sampah kemudian ditimbang oleh petugas untuk menentukan nilai ekonominya. Data berat sampah dan nominal hasil penjualan dicatat dalam sistem digital sehingga siswa dapat memantau hasil yang mereka peroleh.

Baca Juga :  Gubernur Lampung: Rasa Aman Jadi Fondasi Pembangunan, Satlinmas Diminta Perkuat Kesiapsiagaan

Skema tersebut membuat aktivitas menjaga kebersihan memiliki konsekuensi ekonomi yang dapat dilihat langsung oleh pelajar.

Program Bank Sampah pelajar ini menjadi salah satu agenda Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kota Bandar Lampung untuk memperluas literasi dan inklusi keuangan di kalangan pelajar.

Program serupa sebelumnya telah berjalan di jenjang SMA, sementara penerapannya mulai dirintis untuk siswa SD.

Sementara itu, Kepala OJK Provinsi Lampung Otto Fitriandy mengatakan munculnya sumber pendapatan mandiri di kalangan pelajar harus diikuti edukasi keuangan yang memadai.

Menurutnya, pelajar yang sebelumnya hanya menggunakan uang pemberian orang tua kini mulai mengenal uang yang dihasilkan sendiri. Kondisi tersebut menjadi momentum penting untuk membentuk kebiasaan finansial yang sehat.

Baca Juga :  HUT ke-81 PMI, Purnama Wulan Sari Mirza Perkuat Gerakan Kemanusiaan di Lampung

“Jangan sampai tadinya uangnya uang dari orang tua, sekarang sudah punya uang sendiri. Nah, nanti kita akan berikan literasi keuangan, bagaimana mereka bisa membedakan mana keinginan dan kebutuhan,” kata Otto.

Karena itu, kepemilikan rekening bukan menjadi tujuan akhir program. OJK akan melanjutkan dengan edukasi mengenai pengelolaan uang, termasuk bagaimana menentukan prioritas penggunaan dana.

Uang hasil Bank Sampah diharapkan dapat diarahkan untuk kebutuhan yang produktif, terutama mendukung aktivitas pendidikan.

Selain mengajarkan cara menabung, OJK juga menempatkan program tersebut sebagai bagian dari upaya melindungi pelajar dari berbagai risiko di ekosistem keuangan digital.(sn)

Baca Berita di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *