Bandar Lampung Terkini

25 September 2026

News Lampung Terkini

Portal Berita Lampung

Pasca Erupsi Anak Krakatau, Kualitas Udara di Bandar Lampung Mulai Membaik

Newslampungterkini.com – Kualitas udara di sejumlah wilayah Provinsi Lampung mulai menunjukkan perbaikan setelah sebelumnya terdampak sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK).

Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Senin (14/9/2026), indeks kualitas udara di sejumlah wilayah kabupaten/kota, termasuk Kota Bandar Lampung berada di angka 25,6 atau masih dalam kategori sedang.

Koordinator Bidang Observasi, Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Lampung, Eva Nurhayati mengatakan, angka tersebut menurun dibandingkan pemantauan sebelumnya yang masih berada di kisaran 30-an.

Baca Juga :  Dimediasi Pemkab dan Kodim 0421/LS, Persoalan Pembayaran Pembangunan Gerai KDMP Pulau Jaya Tuntas Secara Musyawarah

“Jelas beda. Kemarin masih 30-an, kalau tidak salah. Cuma sekarang sudah ada penurunan lagi, sekarang menjadi lebih mendekati nilai ambang baik. Sekarang di 25,6,” ujarnya.

Eva menjelaskan, indeks kualitas udara di Provinsi Lampung saat ini memang masih masuk kategori sedang. Namun, kondisi ini jauh lebih baik dibanding hari-hari sebelumnya lantaran mulai mendekati ambang kategori baik.

Berdasarkan parameter perhitungan kualitas udara, kategori baik berada pada rentang indeks sekitar 0 hingga 15. Sementara pada kategori tidak sehat berada pada indeks di atas 50.

Baca Juga :  HUT ke-81 PMI, Purnama Wulan Sari Mirza Perkuat Gerakan Kemanusiaan di Lampung

“Dengan kondisi indeks 25,6 saat ini, kualitas udara Lampung kini sudah jauh lebih baik dibandingkan beberapa hari sebelumnya,” ucapnya.

Terkait sisa debu masih ditemukan di sejumlah permukiman warga, Eva mengingatkan masyarakat tetap dianjurkan menggunakan masker meski BMKG tidak lagi menekankan paparan abu vulkanik sebagai persoalan utama.

Menurutnya, hasil paper test yang telah dilakukan pada 8-9 September 2026 juga telah menunjukkan hasil negatif atau nihil paparan abu vulkanik.

Baca Juga :  Pemkot Bandar Lampung Apresiasi Prestasi SD Fransiskus 2 Pahoman, Juara DANCOW Indonesia Cerdas Season 2

“Kalau disebut abu vulkanik di sini, indikasi dari alat kami sudah menunjukkan keterangan negatif tapi partikel debu masih mungkin berada di udara. Terutama akibat hembusan angin ataupun kondisi lingkungan yang kering,” katanya.

Menghadapi kondisi tersebut, Eva tetap mengimbau masyarakat menggunaan masker. Upaya itu tidak hanya berkaitan dengan sisa partikel pascaerupsi GAK, tetapi juga kondisi cuaca yang saat ini memasuki puncak musim kemarau.(sn)

Baca Berita di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *