Bandar Lampung Terkini

22 September 2026

News Lampung Terkini

Portal Berita Lampung

Pemerintah Kota Bandar Lampung Pastikan Harga Beras Masih Stabil

Newslampungterkini.com – Harga gabah di Lampung yang telah menembus Rp8.000 per kilogram di tingkat pabrik belum berdampak signifikan terhadap harga beras di pasar Bandar Lampung.

Pemerintah Kota Bandar Lampung memastikan harga beras masih relatif stabil, meski kenaikan harga gabah berpotensi meningkatkan biaya produksi dan memicu tekanan terhadap harga beras di tingkat konsumen.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Bandar Lampung, Erwin, mengatakan berdasarkan pemantauan melalui Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Bahan Pokok (Siagabapok) periode 18 Agustus hingga 3 September 2026, harga beras masih berada dalam batas terkendali.

Baca Juga :  Pemprov Lampung Dorong Pengembangan Potensi Desa Berorientasi Ekspor

“Untuk beras medium rata-rata berada di kisaran Rp12.414 per kilogram, sedangkan beras premium sekitar Rp16.316 per kilogram. Sampai saat ini belum ada kenaikan harga yang signifikan di Bandar Lampung,” kata Erwin, Kamis, 3 September 2026.

Meski demikian, Pemkot Bandar Lampung tidak menganggap kondisi tersebut sebagai alasan untuk mengendurkan pengawasan. Perkembangan harga beras terus dipantau untuk mengantisipasi dampak kenaikan harga gabah di tingkat pabrik penggiling.

Baca Juga :  Pemprov Lampung Dorong Keseimbangan Konservasi Gajah dan Aktivitas Masyarakat

Pemerintah daerah juga memperkuat koordinasi dengan Perum Bulog untuk memastikan pasokan beras di pasar tetap tersedia.

Erwin memastikan stok beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) masih aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Stok SPHP aman. Kami terus berkoordinasi dengan Bulog, termasuk meminta dukungan operasi pasar apabila diperlukan,” ujarnya.

Untuk menjaga harga tetap terjangkau, Pemkot Bandar Lampung bersama Bulog kini memperluas penetrasi pasar melalui operasi pasar di tingkat kecamatan.

Baca Juga :  Pemkot Bandar Lampung Jalin Kerjasama dengan Tangsel dalam Penerapan Sisgita

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat tidak hanya mendapatkan beras, tetapi juga minyak goreng dengan harga yang diupayakan tetap terjangkau.

“Kami sedang melakukan penetrasi pasar dengan menjual beras dan minyak goreng di tingkat kecamatan agar harga tetap terjaga dan masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau,” jelas Erwin. (sn)

Baca Berita di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *