Sekda Tubaba Paparkan Capaian Kinerja Makro 2025-2026 dalam Verifikasi Faktual PKPD Provinsi Lampung
Newslampungterkini.com – Sekretaris Daerah Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Ir. Iwan Mursalin, S.Si., M.M., M.T., menghadiri sekaligus memimpin langsung pemaparan dalam Pelaksanaan Verifikasi Faktual Penghargaan Kinerja Pembangunan Daerah (PKPD) Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung Tahun 2026. Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Bupati Tubaba pada Senin (06/07/2026).
Rapat krusial ini turut dihadiri oleh Wakil Ketua I DPRD Tubaba, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Ketua Baznas Tubaba, Ketua Bolo Ngarit Tubaba, serta seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kabupaten Tubaba.
Kedatangan Tim Penilai Utama (TPU) dan Tim Penilai Independen (TPI) Provinsi Lampung ini bertujuan untuk menguji keselarasan dokumen perencanaan dengan realisasi faktual di lapangan.
Kepala UPTD Pusdatin Bangda Bappeda Provinsi Lampung, Yasir Wijaya, S.Si., M.Si., selaku ketua tim penilai menjelaskan bahwa verifikasi ini berlandaskan PP Nomor 12 Tahun 2017 tentang Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah.
Ia menegaskan, ke depan Kemendagri akan memperketat pengukuran kinerja kepala daerah yang berfokus pada empat indikator makro nasional: pengentasan kemiskinan dan stunting, penekanan angka pengangguran, pertumbuhan ekonomi, serta inovasi pendanaan daerah (creative finance) di tengah penyempitan fiskal daerah.
“Gubernur Lampung berkomitmen bahwa capaian makro provinsi merupakan hasil kerja kolektif kabupaten/kota. Oleh sebab itu, kami hadir di Tubaba untuk melihat langsung growth (pertumbuhan) kinerja dari tahun 2024 ke 2025, serta sejauh mana dukungan daerah terhadap 7 Program Unggulan Provinsi Lampung,” ujar Yasir Wijaya.
Merespons arahan tim penilai, Sekda Tubaba Ir. Iwan Mursalin memaparkan dokumen komprehensif terkait komitmen penuh Pemkab Tubaba lewat badan Bapperida dalam menyelenggarakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Tubaba tidak sekadar membagikan makanan, namun telah membentuk Satgas MBG berkekuatan hukum (SK Bupati No. 100.3.3.2/181/II.13/HK/2025) serta mendirikan 42 Dapur Aktif yang mengantongi izin higienitas ketat (SLHS, halal, IPAL, hingga NIB) di 9 kecamatan.
Pada tahun 2026, program ini menyasar 102.018 jiwa penerima manfaat, mulai dari siswa, balita, ibu hamil, hingga anak putus sekolah.
Inovasi mencolok yang menuai apresiasi adalah keterlibatan 55 Bank Sampah Aktif yang berhasil mengolah sisa sampah organik dapur MBG menjadi 40 kg pupuk kering per bulan.
Di sektor ekonomi, melalui program Bolo Ngarit, menu daging kambing MBG dipasok langsung oleh peternak lokal. Dalam 6 bulan terakhir, program ini berhasil menyerap 4 ton daging kambing dan memutar uang sebesar Rp560 juta langsung di tingkat peternak bawah. Kemitraan ini diperkuat dengan aktifnya 100 unit Badan Usaha Milik Tiyuh (Bumti) dan target 78 Koperasi Desa Merah Putih (KDKMP).
Pada sektor pertanian yang mendukung visi Lampung Lumbung Pangan Nasional, Kabupaten Tubaba menorehkan prestasi gemilang dengan meraih Peringkat 1 dalam kontribusi peningkatan Luas Tambah Tanam (LTT) Padi sebesar +60,31% di Provinsi Lampung. Luas tanam padi melonjak dari 18.523 Ha (2024) menjadi 19.885 Ha (2025) berkat optimalisasi lahan non-rawa dan pengembangan Padi Gogo.
“Tubaba saat ini berada dalam status surplus beras sebesar 16.837.275 kg per tahun atau surplus 55,25 kg per jiwa/tahun. Cadangan pangan kita di Bulog per Juni 2026 juga aman di angka 22.225 Ton,” papar Iwan Mursalin.
Tak hanya tani, populasi ternak kambing di Tubaba melonjak konsisten hingga mencapai 186.297 ekor pada 2026, menjadikan kabupaten ini sebagai pemasok utama kambing potong dengan mengirimkan 5.000 ekor/bulan ke wilayah Jabodetabek dan Sumatera.
Geliat ini didukung penuh oleh kucuran KUR Super Mikro senilai Rp8,32 Miliar untuk 363 peternak rakyat lewat program Tubaba Q Berdaya.
Dalam menjaga daya beli masyarakat, Pemkab Tubaba bergerak taktis lewat TPID berdasarkan Keputusan Bupati Nomor 100.3.3.2/77/I.04/HK/2026. Angka inflasi sepanjang Semester I 2026 terjaga stabil, disokong oleh Gerakan Tanam Cabai di pekarangan (K3W) serta operasi pasar murah berkala yang menyediakan komoditas seperti Minyakita seharga Rp15.500.
Di bidang pendidikan (Tubaba Q Cerdas), pemkab telah merevitalisasi 34 sekolah pada 2025 dan menerapkan Kelas Khusus Olahraga (KKO) di 16 SMP. Akses pendidikan diperluas melalui kerja sama beasiswa kedinasan (PKN STAN, PTDI-STTD, STIS) serta penyaluran beasiswa BAZNAS untuk 321 siswa kurang mampu.
Sementara di sektor infrastruktur, dari total ruas jalan kabupaten sepanjang 596,29 Km, angka Jalan Mantap telah menyentuh 40,16%.
Di tengah keterbatasan anggaran, Pemkab Tubaba berhasil meningkatkan kuantitas pembangunan dari 15 paket pekerjaan (2024) menjadi 24 paket pekerjaan (2025) dengan metode Lapisan Penetrasi Makadam (Lapen).
Pemkab juga berhasil menggerakkan partisipasi swasta (kemitraan) dan gotong royong perusahaan lokal dalam memperbaiki jalan-jalan produksi di desa.
Menutup paparannya, Sekda mengunggulkan program Tubaba Q Sehat, khususnya layanan Hemodialisis (Cuci Darah) di RSUD Tubaba. Dipersenjatai 10 mesin hemodialisis dan 12 tenaga medis spesialis profesional, per Juni 2026 layanan ini telah sukses melakukan 177 tindakan cuci darah bagi pasien BPJS.
“Layanan ini memotong beban biaya dan jarak bagi warga Tubaba yang sebelumnya harus keluar kabupaten untuk cuci darah. Dampak besarnya, layanan ini berhasil menaikkan kelas RSUD Tubaba dari Tipe D menjadi Tipe C,” tegas Sekda dengan optimis.
Melalui verifikasi faktual PKPD 2026 ini, jajaran Pemkab Tubaba berharap integrasi program makro yang berbasis kearifan lokal berdaya saing tinggi ini dapat menjadi motor penggerak kesejahteraan masyarakat, sekaligus membawa Tubaba meraih predikat pembangunan terbaik di tingkat Provinsi Lampung. (ar)
Baca Berita Lain di Google News
