Bupati Novriwan Hadiri Pengukuhan Anggota Bolo Ngarit, Dorong Tubaba sebagai Sentra Peternakan Sumatera
Newslampungterkini.com –Bupati T ulang Bawang Barat (Tubaba), Ir. Novriwan Jaya, S.P., menghadiri kegiatan Pelayanan Peternakan Terpadu yang dirangkaikan dengan Pengukuhan Anggota Bolo Ngarit Kecamatan Batu Putih dan Gunung Terang. Kegiatan tersebut berlangsung di Tiyuh Toto Katon, Kecamatan Batu Putih, Kamis (2/7/2026).
Dalam arahannya, Bupati menegaskan bahwa sektor peternakan merupakan salah satu program prioritas Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat. Kebijakan tersebut didasarkan pada hasil kajian dan data yang menunjukkan bahwa Tubaba memiliki potensi besar sebagai salah satu sentra peternakan di Pulau Sumatera.
Menurutnya, tingginya permintaan ternak dari berbagai daerah, seperti Bengkulu, Jambi, Riau, Sumatera Selatan hingga Batam, menjadi bukti bahwa Kabupaten Tulang Bawang Barat memiliki daya saing yang kuat di sektor peternakan.
“Potensi yang kita miliki sangat besar. Karena itulah ketika saya dipercaya menjadi Bupati, sektor peternakan saya tetapkan sebagai salah satu program unggulan daerah. Potensi ini harus kita kelola dengan baik agar benar-benar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Bupati.
Bupati menjelaskan bahwa ternak bukan sekadar usaha sampingan masyarakat, melainkan telah menjadi tabungan keluarga yang memiliki nilai ekonomi tinggi.
Oleh karena itu, sektor peternakan harus terus diperkuat melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, pelayanan kesehatan hewan, perbaikan kualitas genetik ternak, hingga perluasan akses pemasaran.
Pada kesempatan tersebut, Bupati menegaskan bahwa keberadaan Bolo Ngarit memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam menjembatani kebutuhan para peternak dengan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan.
Mengingat luasnya wilayah Kabupaten Tulang Bawang Barat, pemerintah tidak mungkin menjangkau seluruh peternak secara langsung tanpa dukungan organisasi yang aktif hingga tingkat tiyuh.
Ia berharap seluruh pengurus Bolo Ngarit dapat berperan aktif melakukan pendataan populasi ternak di wilayah masing-masing, mengidentifikasi kebutuhan peternak, sekaligus memastikan berbagai program pemerintah dapat tersampaikan secara tepat sasaran.
Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat, lanjutnya, telah menyiapkan berbagai program untuk mendukung pengembangan peternakan, di antaranya pelayanan inseminasi buatan (IB), bantuan bibit kambing Peranakan Etawa (PE), penyediaan bibit unggul, pelayanan kesehatan hewan, pemberian vitamin, serta obat-obatan yang diberikan secara gratis kepada masyarakat.
Menanggapi aspirasi peternak terkait pemasaran hasil ternak, Bupati menilai bahwa peluang pasar sebenarnya telah terbuka luas. Namun, potensi tersebut perlu didukung melalui kolaborasi yang lebih kuat antara pemerintah, Bolo Ngarit, dan para peternak agar sistem pemasaran menjadi lebih terorganisir serta memberikan nilai ekonomi yang lebih baik.
Sebagai upaya memperkuat tata niaga peternakan, Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat menargetkan pembentukan pasar ternak di seluruh kecamatan. Keberadaan pasar ternak diharapkan mampu menciptakan standar harga berdasarkan bobot hidup secara berkala sehingga harga ternak menjadi lebih transparan, adil, dan menguntungkan baik bagi peternak maupun pedagang.
Selain itu, pemerintah juga akan mendorong penyediaan fasilitas pendukung peternakan, termasuk pembangunan Rumah Pemotongan Hewan (RPH) di setiap kecamatan.
Pemerintah juga menginstruksikan agar pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Tulang Bawang Barat dapat menyerap daging kambing sebagai salah satu sumber protein guna memperluas pasar bagi hasil peternakan masyarakat.
Di sisi pembiayaan, pemerintah akan memperluas akses permodalan melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Super Mikro agar para peternak semakin mudah mengembangkan usahanya.
Sementara itu, Ketua Bolo Ngarit Kecamatan Batu Putih, Yanto, menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat terhadap pengembangan sektor peternakan.
Menurutnya, kehadiran Bupati beserta jajaran dalam kegiatan tersebut menjadi motivasi bagi para peternak untuk terus mengembangkan usaha peternakan kambing dan domba di daerah.
Yanto menilai pengukuhan Bolo Ngarit merupakan momentum penting untuk memperkuat kelembagaan peternak sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di Kecamatan Batu Putih dan Gunung Terang.
Ia mengungkapkan bahwa tantangan terbesar yang dihadapi peternak saat ini bukan hanya pada aspek budidaya, tetapi juga pemasaran hasil ternak.
Oleh karena itu, pihaknya berharap pemerintah terus memberikan dukungan melalui perluasan akses pasar, pendampingan, serta pembinaan yang berkelanjutan, terutama dalam bidang kesehatan hewan, manajemen pemeliharaan, pengelolaan pakan, dan peningkatan kapasitas peternak.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, Bolo Ngarit, dan para peternak menjadi kunci untuk mewujudkan sektor peternakan yang lebih maju, produktif, dan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Menutup arahannya, Bupati mengajak seluruh pengurus Bolo Ngarit, para peternak, perangkat daerah, dan seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat kolaborasi dalam membangun sektor peternakan yang maju, mandiri, dan berdaya saing, sehingga Kabupaten Tulang Bawang Barat semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu sentra peternakan terbesar di Pulau Sumatera.(ar)
Baca Berita Lain di Google News
