Mohammad Reza Berawi Ajak Masyarakat Terapkan Nilai Pancasila di Kehidupan Sehari-hari
Newslampungterkini.com – Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (IPWK) digelar oleh anggota DPRD Provinsi Lampung, Mohammad Reza Berawi, di Desa Cipadang, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, Minggu (14/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung di kantor desa tersebut dihadiri berbagai unsur masyarakat mulai dari aparatur desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, hingga ibu-ibu kader posyandu dan Kelompok Wanita Tani (KWT). Turut hadir pula anggota DPRD Kabupaten Pesawaran, Evi Susina.
Sosialisasi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara sekaligus pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di tengah perkembangan sosial yang terus bergerak dinamis.
Dalam kesempatan tersebut, Mohammad Reza Berawi menegaskan bahwa Pembinaan Ideologi Pancasila bukan sekadar agenda formal, tetapi menjadi sarana memperkuat kesadaran kolektif masyarakat agar tetap menjaga persatuan, toleransi, dan semangat gotong royong.
Menurutnya, tantangan bangsa saat ini bukan hanya persoalan pembangunan fisik, tetapi juga bagaimana menjaga ketahanan ideologi di tengah derasnya arus informasi dan perubahan zaman.
“Pancasila harus terus hadir dalam kehidupan sehari-hari. Nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan sosial perlu diwujudkan dalam tindakan nyata di lingkungan keluarga maupun masyarakat,” ujarnya.
Untuk memperdalam materi, kegiatan menghadirkan dua narasumber yakni Agus Priyadi dan Ahmad Sobrin. Keduanya menyampaikan materi mengenai pentingnya menjaga Pancasila sebagai ideologi negara sekaligus fondasi kehidupan berbangsa.
Dalam paparannya, narasumber menjelaskan bahwa Pancasila merupakan titik temu keberagaman Indonesia yang harus terus dirawat oleh seluruh elemen masyarakat.
Implementasi nilai Pancasila dapat dimulai dari hal sederhana seperti menghormati perbedaan, meningkatkan kepedulian sosial, serta menjaga semangat kebersamaan.
Sejumlah peserta menyampaikan pandangan dan pertanyaan terkait tantangan generasi muda dalam menjaga identitas kebangsaan di era digital serta upaya membangun partisipasi masyarakat dalam menjaga nilai-nilai persatuan.
Antusiasme peserta menunjukkan bahwa penguatan ideologi dan wawasan kebangsaan masih menjadi kebutuhan penting di tingkat masyarakat.
Melalui kegiatan ini diharapkan nilai-nilai Pancasila tidak hanya dipahami secara teoritis, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (sn)
Baca Berita Lain di Google News
