Jelang Idul Adha, Dinas Pertanian Bandar Lampung Percepat Vaksinasi PMK Pada Hewan Ternak
????????????
Newslampungterkini.com – Dinas Pertanian Kota Bandar Lampung terus mengintensifkan langkah pencegahan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak.
Hingga periode Maret 2026, tercatat sebanyak 210 ekor ternak di sejumlah kecamatan telah berhasil divaksinasi.
Langkah ini dilakukan sebagai upaya proteksi dini, mengingat mobilitas hewan ternak diprediksi akan meningkat signifikan menjelang Hari Raya Idul Adha mendatang.
Kepala Dinas Pertanian Kota Bandar Lampung, Dedeh Ernawati Fauzie, menjelaskan bahwa pihaknya mendapatkan alokasi bantuan sebanyak 500 dosis vaksin untuk periode pertama dari Dinas Peternakan Provinsi Lampung.
“Untuk pelaksanaan vaksinasi sepanjang Januari hingga Maret, total sudah mencapai 210 ekor,” jelas Dedeh Ernawati, Senin (13/4/2026).
Adapun rincian capaian vaksinasi di beberapa kecamatan meliputi, Kecamatan Tanjung Senang (80 ekor), Kecamatan Way Halim (60 ekor), Kecamatan Kedamaian (60 ekor) dan Kecamatan Kemiling (10 ekor).
Dedeh menegaskan, meski target awal telah berjalan, pelaksanaan vaksinasi PMK akan tetap dilanjutkan secara konsisten guna memastikan seluruh hewan ternak di Bandar Lampung memiliki kekebalan yang cukup.
Untuk menjaga status Bandar Lampung yang hingga saat ini masih nihil temuan kasus PMK, Dinas Pertanian Kota Bandar Lampung telah menyiapkan delapan langkah strategis.
Menurut Dedeh, alokasi vaksin diprioritaskan pada wilayah potensi ternak seperti Kemiling, Rajabasa, Teluk Betung Barat, Sukarame, Tanjung Senang, dan Sukabumi.
Untuk antisipasi pencegahan PMK pada hewan Kurban, sambung Dedeh, pihaknya telah melakukan memperketat pengawasan lalu lintas ternak di wilayah kota dan berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota sekitar serta provinsi.
Kemudian, menerjunkan dokter hewan untuk melakukan sosialisasi agar peternak mengenali gejala PMK dan segera melapor.
Lalu, memastikan daging berasal dari tempat pemotongan yang diawasi dengan prinsip Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH). Serta, mengidentifikasi kembali sentra-sentra ternak untuk mempercepat sebaran vaksinasi.
Lalu, menanggapi setiap keluhan masyarakat dan melaporkan gejala melalui sistem iSIKHNAS.
“Kami juga meminta pelaku usaha atau belantik meminta pelaku usaha atau belantik hanya menjual ternak yang benar benar sehat,” terang Dedeh.
Lebih lanjut Dedeh menjelaskan, Dinas Pertanian Bandar Lampung telah melakukan komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) kepada peternak sapi, kambing, maupun domba.
“Kami juga menghimbau kepada masyarakat agar memastikan daging yang dikonsumsi dalam kondisi baik, tidak berbau, dan dimasak hingga matang sempurna,” pungkasnya.
Hingga saat ini, Dinas Pertanian memastikan belum ditemukan adanya hewan yang terjangkit PMK di wilayah Kota Bandar Lampung. (sn)
Baca Berita Lain di Google News
