26 Mei 2026

News Lampung Terkini

Portal Berita Lampung

KPPRI dan Anggota DPRD Lampung Kawal Keterwakilan Perempuan Pada Pemilu 2024

Newslampungterkini.com – Kaukus Perempuan Parlemen Republik Indonesia (KPPRI) Provinsi Lampung menggelar Focus Group Discussion (FGD) yang dihadiri oleh keterwakilan perempuan politik di Kabupaten/Kota se-Lampung.

FGD yang bertema Strategi Peluang Mangawal Keterwakilan Perempuan Pada Pemilu Legislatif Tahun 2024 di Hotel Horison Bandarlampung, bersama narasumber anggota KPU Lampung, Antoniyus Cahyalana dan anggota Bawaslu Lampung Hermansyah.

Acara yang dibuka oleh Mingrum Gumay, Ketua DPRD Provinsi Lampung menyampaikan apresiasi dan juga dorongan dalam keterwakilan perempuan di pemilu 2024.

Baca Juga :  Di Tengah Hingar Bingar Indonesian Drift Series 2026, Bupati Egi Sempatkan Jajan Dagangan Pelaku UMKM

“Dengan adanya FGD hari ini, tentunya akan memberikan dampak baik untuk perempuan yang tergabung atau yg bergabung dalam dunia politik. Karena keterwakilan perempuan subtansinya tidak kalah penting dengan laki-laki sebagai pemimpin,” ujarnya, Rabu (31/8/22).

Ketua KPPRI Lampung, Aprilliati SH.MH mengatakan diskusi ini dilakukan untuk memberikan strategis pada perempuan yang akan mengikuti pesta demokrasi.

Baca Juga :  Gubernur Rahmat Mirzani Djausal Pimpin High Level Meeting Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah

“Mengingat bahwa ini sudah memasuki tahun politik, tahapan politik sudah berjalan dan penjaringan perekrutan bakal caleg sudah di mulai oleh partai-partai. Mereka harus memahami dulu bagaimana statergi kita dalam menghadapi tahun pemilu 2024,” tuturnya.

Kenaikan persentase dari keterwakilan perempuan di dunia politik. Diharapkan dapat meningkat di setiap pesta demokrasi, baik itu Pilpres, Pileg, maupun Pilkada.

Baca Juga :  Pecah Rekor Sejarah IDS 2026! Lampung Selatan Resmi 'Naik Kelas' Jadi Monster Otomotif Baru di Sumatra

“Untuk di tahun 2019 keterwakilan perempuan di DPR RI mencapai 20,05%, sedangkan untuk provinsi tahun 2019 17 orang naik dari tahun 2014 yang hanya 12 orang perempuan. Semoga untuk tahun pemilu 2024 akan ada lebih dari 30% keterwakilan perempuan,” harapnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *