2 Januari 2026

News Lampung Terkini

Portal Berita Lampung

Cuaca Ekstrem Hingga Bulan Februari, Waspada Awan Kembang Kol

News Lampung Terkini

Newslampungterkini.com – Pemerintah Provinsi Lampung mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana akibat fenomena hidrometeorologi basah.

Periode cuaca ekstrem ini diprediksi akan terus berlangsung hingga Februari 2026 dengan intensitas curah hujan yang tinggi.

​Hal tersebut disampaikan oleh Analis Bencana BPBD Provinsi Lampung, Wahyu Hidayat, di sela-sela kegiatan pelepasan Relawan Lampung untuk Sumatra Bangkit ke Sumatra Barat, yang berlangsung di Halaman Kantor Gubernur Lampung, Kamis (11/12/2025).

​Wahyu menjelaskan bahwa fase hidrometeorologi basah di Lampung telah dimulai sejak dasarian kedua Oktober, tepatnya 11 Oktober 2025. Kondisi ini membawa sejumlah potensi ancaman bencana yang harus diantisipasi oleh masyarakat.

Baca Juga :  UMK Bandar Lampung 2026 Tertinggi se-Lampung

​”Waspadai perubahan cuaca yang cepat. Terutama bagi masyarakat yang berada di pinggir pantai dan bantaran sungai. Potensi yang muncul ditandai dengan curah hujan tinggi, kemungkinan angin kencang, banjir rob di pesisir, serta banjir bandang,” ujar Wahyu.

​Berdasarkan pemetaan BPBD, ancaman hidrometeorologi ini merata di seluruh wilayah Provinsi Lampung. Namun, perhatian khusus diberikan pada wilayah yang dialiri sungai besar seperti Lampung Timur dan Lampung Selatan.

Baca Juga :  Bupati Lampung Selatan Terbitkan Surat Edaran, UMK 2026 Naik Jadi Rp3,21 Juta

Wahyu menekankan bahwa luapan sungai di hilir bisa terjadi akibat hujan deras di hulu, meskipun kondisi cuaca di hilir tampak kondusif.

​Sejumlah wilayah tercatat telah mengalami insiden kebencanaan awal, di antaranya Tulang Bawang Barat, Tanggamus, dan sebagian Lampung Selatan.

“Gejala-gejala ini harus meningkatkan kesiapsiagaan kita bahwa kita berada di sekitar zona bahaya,” tegasnya.

Baca Juga :  Bupati Lampung Selatan Terbitkan Surat Edaran, UMK 2026 Naik Jadi Rp3,21 Juta

​ Awan Kembang Kol

​Selain memantau informasi resmi melalui kanal BMKG dan BPBD, Wahyu juga memberikan edukasi terkait tanda-tanda alam yang dapat diamati secara visual oleh masyarakat.

Salah satu indikator kuat potensi angin kencang atau puting beliung adalah kemunculan awan berbentuk seperti kembang kol (Cumulonimbus).

​”Jika melihat efek ‘kembang kol’ di langit, biasanya diiringi suara gemuruh dan langit abu-abu, masyarakat harus waspada,” jelasnya. (bg/kf)

Baca Berita Lain di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2015 | PT Lampung Terkini Mediatama |