7 Oktober 2026

News Lampung Terkini

Portal Berita Lampung

Tekan Harga Beras Premium, Pemkot Bandar Lampung Gencarkan Penetrasi Pasar Tiga Kali Sepekan

Oplus_131072

Newslampungterkini.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung melalui Dinas Perdagangan memperketat intervensi pasar guna mengantisipasi kenaikan harga bahan pokok, khususnya beras premium yang mulai bergerak di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

Berdasarkan hasil pemantauan Satgas Pengawasan Harga dan Mutu Beras Wilayah Lampung, harga beras premium di sejumlah pasar tradisional saat ini berada di kisaran Rp158.000 hingga Rp160.000 per kemasan 10 kilogram.

Harga tersebut berada di atas HET beras premium untuk wilayah Lampung yang ditetapkan sebesar Rp14.900 per kilogram atau setara Rp149.000 untuk kemasan 10 kilogram.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Bandar Lampung, Erwin, mengatakan kenaikan tersebut secara khusus terjadi pada komoditas beras premium. Kondisi serupa, menurutnya, juga terjadi di sejumlah kota besar lainnya akibat adanya keterbatasan pasokan.

Baca Juga :  Keamanan Siber Diperkuat, Pemprov Lampung Raih Apresiasi Nasional dari BSSN

“Kalau beras yang agak naik sekarang ini beras premium. Kalau beras medium, ya kita masih wajar. Beras premium ini yang naik bukan hanya di Bandar Lampung, tapi di semua kota-kota besar karena sedikit ada kelangkaan,” ujar Erwin, Selasa (6/10/2026).

Meski terdapat kenaikan pada beras premium, Erwin memastikan ketersediaan beras dan bahan pokok lainnya di Kota Bandar Lampung masih dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat.

Analis Ketahanan Pangan (AKP) Ahli Muda Badan Pangan Nasional (Bapanas), Akber Maulad, menjelaskan kenaikan harga beras di atas HET dipengaruhi sejumlah faktor eksternal.

Di antaranya adalah kenaikan harga gabah di tingkat produsen serta adanya fluktuasi biaya pengiriman atau ongkos logistik perusahaan.

Baca Juga :  Pemprov Lampung Nobar Final Timnas Garuda Lawan Thailand, Masyarakat Rayakan Kemenangan

Selain faktor distribusi, kondisi cuaca dan kemarau juga menjadi perhatian pemerintah karena dapat memengaruhi stabilitas rantai pasok serta produktivitas pangan.

Kondisi tersebut membuat pemerintah daerah perlu melakukan langkah antisipatif agar pasokan tetap tersedia dan gejolak harga tidak berlanjut.

Penetrasi Pasar Digelar Tiga Kali Sepekan

Untuk menekan dampak kenaikan harga sekaligus menjaga daya beli masyarakat, Pemkot Bandar Lampung bersama Pemerintah Provinsi Lampung dan Perum Bulog mengintensifkan program penetrasi pasar.

Program tersebut digelar secara rutin sebanyak tiga kali dalam sepekan dengan menyediakan sejumlah kebutuhan pokok dengan harga sesuai HET. Komoditas yang disalurkan antara lain beras SPHP, gula pasir, dan Minyak Kita.

Baca Juga :  Inflasi Lampung Terendah di Sumatera, Gubernur Mirza Tegaskan Harga Dijaga

“Telah menyebar di sejumlah pasar tradisional utama, yakni Pasar Panjang, Pasar Tamin, Pasar Cimeng, Pasar Tugu, Pasar Koga, dan Pasar Way Halim,” kata Erwin.

Selain menyediakan pangan dengan harga terjangkau, petugas di lapangan juga melakukan pemantauan terhadap ketersediaan stok di setiap stan. Pencatatan transaksi turut dilakukan untuk memastikan distribusi berjalan sesuai sasaran.

Erwin menegaskan langkah intervensi pasar tersebut akan terus dilakukan secara konsisten sebagai bagian dari upaya pemerintah menjaga stabilitas harga pangan.

Dengan penetrasi pasar yang dilakukan secara berkala, Pemkot Bandar Lampung berharap ketersediaan bahan pokok tetap terjamin, harga dapat terkendali, dan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan tenang.

Baca Berita di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *