7 Oktober 2026

News Lampung Terkini

Portal Berita Lampung

Pemkot Bandar Lampung Salurkan Insentif Untuk Kader Posyandu

Newslampungterkini.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung memberikan insentif sebesar Rp500 ribu per orang setiap bulan kepada kader posyandu sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka dalam mendukung pelayanan dan edukasi kesehatan masyarakat.

Pemberian insentif tersebut mencakup para kader yang bertugas di 20 kecamatan dan 126 kelurahan di Kota Bandar Lampung. Selain kader kesehatan dan posyandu, insentif juga diberikan kepada kader yang berada di bawah Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB), serta Dinas Kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, Muhtadi Arsyad Temenggung, mengatakan khusus di bawah Dinas Kesehatan terdapat 706 posyandu. Setiap posyandu memiliki lima kader, ditambah koordinator kader di setiap kelurahan.

Baca Juga :  Wali Kota Hadiri Rapat Paripurna Penyampaian Pemandangan Umum Fraksi DPRD Bandar Lampung

Menurut Muhtadi, pemberian insentif merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada para kader yang selama ini secara sukarela terlibat dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

“Insentif kader ini merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap para kader yang sudah secara sukarela turut serta dalam langkah meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” ujar Muhtadi, Rabu (7/10/2026).

Di lapangan, kader posyandu memiliki sejumlah tugas untuk mendukung pelayanan kesehatan masyarakat. Mereka membantu pelaksanaan pelayanan posyandu mulai dari meja satu hingga meja lima, sekaligus mendukung petugas kesehatan dalam memantau kondisi warga.

Baca Juga :  Insentif Kader Dibagikan, Wali Kota Eva Dorong Peran Aktif Pantau Kondisi Warga

Selain membantu pelayanan, para kader juga berperan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai berbagai upaya pencegahan penyakit, di antaranya tuberkulosis (TBC), demam berdarah dengue (DBD), dan stunting.

“Jadi, sebenarnya kader ini sangat membantu kami dan tenaga kesehatan untuk mempercepat informasi yang harus disampaikan kepada masyarakat,” katanya.

Kader juga dituntut tanggap terhadap kondisi kesehatan warga di wilayah masing-masing. Misalnya, ketika menemukan warga yang mengalami batuk dalam waktu cukup lama, kader dapat menyarankan sekaligus mendampingi warga tersebut untuk melakukan pemeriksaan ke puskesmas.

Perhatian kader turut mencakup kelompok rentan, seperti ibu hamil dan balita. Dalam menjalankan tugasnya, kader memberikan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat, bukan melakukan tindakan medis.

Baca Juga :  Pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Gadriyanto Jabat Kepala Satpol PP Provinsi Lampung

“Artinya kader ini salah satunya memberikan edukasi, tapi mereka tidak melakukan tindakan medis,” jelasnya.

Pemberian insentif sebesar Rp500 ribu per orang setiap bulan diharapkan menjadi bentuk apresiasi pemerintah terhadap para kader yang selama ini berperan langsung di tengah masyarakat.

Dengan keberadaan kader di setiap wilayah, penyampaian informasi kesehatan diharapkan dapat berlangsung lebih cepat. Peran tersebut sekaligus membantu petugas kesehatan menemukan berbagai persoalan kesehatan masyarakat sejak dini dan mendorong warga untuk mendapatkan penanganan di fasilitas kesehatan.

Baca Berita di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *