18 April 2026

News Lampung Terkini

Portal Berita Lampung

Kapolda Lampung Resmikan Mapolres Tubaba

Newslampungterkini.com – Kapolda Lampung Irjen Hendro Sugiatno meresmikan bangunan Polres Tulang Bawang Barat (Tubaba) di komplek Uluan Nughik, Kelurahan Panaragan Jaya Kecamatan Tulangbawang,  Kamis (13/1/2022) siang.

Dalam sambutanya Hendro mengatakan, pembangunan PolresTubaba harus ditambah dengan beberapa ikon yang bersifat untuk kenyamanan masyarakat.

“Bangunlah gazebo untuk masyarakat agar semakin nyaman. Kantor tidak perlu kelihatan seram karena masyarakat yang datang ke Polres butuh bantuan,” kata Hendro.

Baca Juga :  Antisipasi Cuaca Ekstrem, Pemkot Bandar Lampung Gelar Aksi Bersihkan Drainase Serentak

Mako Polres Tubaba dibangun diatas tanah seluas 7 hektare, pembangunan mulai dilakukan 11 Juni 2021 lalu. Dengan masa pembangunan selama 180 hari dan menelan anggaran Rp10 miliar.

Kapolda menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Tubaba yang menghibahkan tanah untuk pembangunan Mapolres.

“Polri harus berinovasi dalam menyikapi dinamika masyarakat,” lanjutnya.

Polres dibangun untuk meningkatkan kinerja dan melayani masyarakat serta memelihara Kamtibmas.

Baca Juga :  Gubernur Rahmat Mirzani Djausal Bentuk Tim Koordinasi Penanganan dan Penyelesaian Masalah Pertanahan di Provinsi Lampung

“Saya ingatkan, bahwa lingkungan kita terus berubah. Permintaan masyarakat untuk pelayanan makin meningkat. Teruslah berinovasi,” imbuhnya.

Senada dengan Bupati Tubaba Umar Ahmad menyebutkan, pembangunan Makopolres Tubaba sebagai simbol keamanan.

“Pembangunan Polres ini merupakan langkah awal pelayanan Polri terhadap masyarakat Tubaba. Semoga kinerja anggota Polres Tubaba semakin optimal dan maksimal. Saya yakin Polri bisa menemani Tulangbawang Barat menuju Tubaba,” kata Umar.

Baca Juga :  Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal Raih Penghargaan Tokoh Penggerak Ekonomi Agrikultur dan Ketahanan Pangan Nasional

Umar menjelaskan, kawasan Uluan Nughik memiliki luasan tanah sebesar 1.800 hektare yang dirancang untuk dibagi menjadi 144 distrik. Sehingga ke depan akan ada beberapa instansi lain yang akan mengisi kawasan tersebut.

“Kawasan yang luas ini bukan hanya untuk manusia, akan tetapi untuk semua makhluk hidup yang ada di muka bumi,” tutup Umar.

(sn/gnd/penmas)