3 November 2026

News Lampung Terkini

Portal Berita Lampung

Apa itu Carpal Tunnel Syndrome? Ini Penjelasan Kewaspadaan Dinkes Bandar Lampung

Newslampungterkini.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandar Lampung mengimbau masyarakat, khususnya para pekerja, untuk mewaspadai Carpal Tunnel Syndrome (CTS), gangguan kesehatan yang kerap diabaikan tetapi dapat berdampak pada kenyamanan dan produktivitas kerja.

CTS merupakan kondisi medis akibat tekanan pada saraf median di area pergelangan tangan. Gangguan ini dapat menimbulkan sejumlah keluhan, mulai dari nyeri, kesemutan, mati rasa, hingga penurunan kekuatan tangan dan jari-jari.

Gejala umumnya dirasakan pada ibu jari, telunjuk, jari tengah, serta sebagian jari manis. Penderita juga dapat mengalami nyeri pada pergelangan tangan yang menjalar hingga lengan.

Keluhan tersebut biasanya semakin terasa pada malam hari atau setelah melakukan aktivitas yang melibatkan gerakan tangan secara berulang.

Baca Juga :  Warga Pencari Madu Temukan Kerangka Manusia di Kawasan Tahura Wan Abdul Rachman

Jika tidak ditangani dengan baik, CTS dapat menyebabkan kelemahan genggaman sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari, seperti mengancingkan baju maupun memegang benda berukuran kecil.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, Muhtadi Arsyad Temenggung, mengatakan gangguan CTS sering kali tidak disadari sejak awal oleh pekerja. Padahal, kondisi tersebut dapat memengaruhi produktivitas dan kualitas hidup.

“Gangguan seperti CTS ini sering kali tidak disadari sejak dini oleh para pekerja, padahal dampaknya bisa sangat mengganggu produktivitas harian,” ujar Muhtadi kepada Radar Lampung, Senin (2/11/2026).

Menurut Muhtadi, CTS dapat dipicu oleh sejumlah faktor, terutama gerakan tangan berulang dalam waktu lama dan posisi pergelangan tangan yang tidak netral.

Kebiasaan menekuk pergelangan tangan terlalu ke atas atau ke bawah saat bekerja dapat meningkatkan tekanan pada saraf median. Selain itu, beban kerja berlebihan dan faktor individu juga turut memengaruhi risiko terjadinya gangguan tersebut.

Baca Juga :  Polisi Tangkap Pria di Jalan Teuku Umar Kedaton, Sita Sabu 11,34 Gram

Beberapa faktor individu yang dapat meningkatkan risiko CTS antara lain usia 30 hingga 60 tahun, obesitas, diabetes, serta arthritis.

Untuk mencegah gangguan tersebut, Dinkes Bandar Lampung mengajak masyarakat menerapkan kebiasaan kerja yang sehat dan memperhatikan aspek ergonomi.

“Langkah awal yang krusial adalah memastikan posisi kerja yang ergonomis setiap hari,” kata Muhtadi.

Ia menyarankan pekerja menjaga posisi pergelangan tangan tetap netral atau lurus saat beraktivitas. Posisi siku juga dianjurkan membentuk sudut sekitar 90 derajat, dengan penataan meja dan kursi yang sesuai standar ergonomi.

Selain memperhatikan posisi kerja, pekerja juga diminta tidak mengabaikan waktu istirahat. Muhtadi menganjurkan istirahat singkat setiap 30 hingga 60 menit, disertai peregangan ringan selama satu hingga dua menit.

Baca Juga :  Gubernur Mirza Dorong Mulang Maya Jadi Desa Wisata Budaya Unggulan Lampung

Langkah sederhana tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi tekanan pada pergelangan tangan akibat aktivitas berulang.

Dinkes Bandar Lampung juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan keluhan nyeri, kesemutan, atau mati rasa yang berlangsung terus-menerus. Pemeriksaan ke fasilitas pelayanan kesehatan dianjurkan apabila gejala menetap, semakin berat, atau mulai mengganggu aktivitas sehari-hari.

Melalui peningkatan kesadaran terhadap CTS dan penerapan pola kerja ergonomis, masyarakat diharapkan dapat menjaga kesehatan tangan sekaligus mendukung produktivitas kerja di Kota Bandar Lampung.(sn)

Baca Berita di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *