Mahasiswa Asal Palestina Lulus Magister Teknik Mesin Unila
News Lampung Terkini
Newslampungterkini.com – Universitas Lampung (Unila) kembali meluluskan mahasiswa asing. Yahia K.I. Taha, mahasiswa asal Palestina, resmi menyelesaikan studi pada Program Studi Magister Teknik Mesin Unila dan mengikuti wisuda periode tiga, Sabtu, 24 Januari 2026.
Yahia merupakan mahasiswa angkatan 2023 Program Studi Magister Teknik Mesin Unila. Baginya, Unila bukanlah tempat baru, sebab sebelumnya ia juga menempuh pendidikan Sarjana (S-1) Teknik Mesin di Unila dan lulus dalam waktu tujuh semester dengan capaian sebagai mahasiswa terbaik.
Prestasi tersebut mengantarkannya memperoleh beasiswa dari Unila untuk melanjutkan studi ke jenjang magister. Keputusan Yahia melanjutkan studi di Unila dilandasi oleh ketertarikannya pada bidang teknik mesin serta kepercayaannya terhadap kualitas akademik Unila.
Seiring perjalanannya menempuh pendidikan, ia menilai Unila sebagai perguruan tinggi yang terus berkembang dan memiliki lingkungan akademik yang mendukung.
“Setelah saya berada di sini, saya melihat Unila sangat maju. Insyaallah ke depan Unila dapat menjadi salah satu dari lima universitas terbaik di Indonesia,” ungkapnya.
Kesan hangat dirasakan Yahia sejak pertama kali menginjakkan kaki di Lampung. Ia mengaku mendapatkan sambutan yang ramah dari sivitas akademika Unila, khususnya dari pihak International Office yang membantu proses adaptasinya sebagai mahasiswa asing.
Dalam studi magisternya, Yahia mengangkat penelitian mengenai permodelan pembangkit listrik hybrid yang dilatarbelakangi keterbatasan pasokan listrik di Kota Gaza, Palestina. Penelitian tersebut disusun bersama dosen pembimbing sebagai upaya mencari alternatif pemenuhan kebutuhan listrik.
Selama masa studi, Yahia menghadapi tantangan akibat kondisi konflik di negaranya. Dengan dukungan keluarga dan bimbingan dosen, ia berhasil menyelesaikan studi dan dinyatakan lulus.
Menurut Yahia, dukungan terbesar datang dari orang tua dan keluarga, meskipun mereka berada dalam kondisi sulit akibat perang. Selain itu, peran dosen pembimbing sangat membantu dalam mengembangkan ide penelitian hingga menjadi karya ilmiah yang matang.
Saat dinyatakan lulus dengan predikat Memuaskan, Yahia mengaku bersyukur dan menerima hasil tersebut dengan penuh keikhlasan.
Di akhir wawancara, Yahia menyampaikan harapan agar Unila terus berkembang dan berjaya. Ia juga memberikan pesan kepada mahasiswa agar tidak mudah menyerah dalam menghadapi tantangan.
“Jalan menuju sukses itu tidak mudah. Kita harus berjuang, percaya diri, dan yakin bahwa hasil terbaik datang dari Allah subhanahu wa taala,” pungkasnya.
Kisah Yahia K.I. Taha menjadi bukti Unila tidak hanya menjadi tempat menuntut ilmu, tetapi juga ruang tumbuh bagi mahasiswa dari berbagai negara untuk berkarya, berjuang, dan memberi kontribusi nyata bagi kemanusiaan.(sn/ci)
Baca Berita Lain di Google News
