3 Juli 2026

News Lampung Terkini

Portal Berita Lampung

Soal Pengelola Baru Parkir Pasar Inpres Kalianda, Ketua AKLI Lamsel: Saya Nggak Yakin Isu Arahan Bawa Nama Bupati

Newslampungterkini.com – Isu pergantian pengelolaan parkir di Pasar Inpres Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) yang mencuat belakangan ini membuat pengelola lama mulai geram. Hal ini mendapat sorotan dari Aliansi Kearifan Lokal Indonesia (AKLI) Lamsel, Sabtu (3/5/2025).

Ketua AKLI Lamsel, Dadan Hutari mengatakan, kisruh pengelolaan parkir Pasar Inpres tersebut terjadi akibat desas-desus akan digantinya pihak pengelola lama dengan salah satu organisasi masyarakat (ormas). Sehingga, menimbulkan kegalauan dari para pekerja parkir lama yang sudah bertahun-tahun menggantungkan kehidupannya dari parkir tersebut.

Baca Juga :  Hari Bhayangkara ke-80, DPRD Lampung Dorong Sinergi Kelembagaan dengan Polri

“Semestinya, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Lamsel tidak serta merta mengeluarkan surat pergantian pengelola parkir. Karena ini menyangkut priuk orang yang bisa menimbulkan gejolak ditengah kondusivitas daerah,” ungkap Dadan kepada awak media.

Dia berharap, Kepala Dishub Lamsel bisa menelaah dan mengkaji ulang soal pergantian pengelola parkir di pasar milik pemerintah daerah tersebut. Terlebih, ada kabar jika pergantian pengelola parkir itu membawa nama Bupati Lamsel.

Baca Juga :  Wali Kota Eva Dwiana Ikuti Festival Karnaval Nusantara Rakernas XVIII APEKSI

“Saya kira Pak Bupati tidak mengetahui soal ini. Jangan bawa-bawa nama bupati. Ini bisa menjadi gejolak di kalangan masyarakat. Jangan main ganti sepihak. Ini bahaya. Bisa mendegradasi kepemimpinan Pak Bupati,” kata Dadan.

AKLI Lamsel, lanjutnya, sangat mendukung pengelola parkir Pasar Inpres tetap yang lama. Karena, memang mereka adalah orang asli Kalianda yang sudah berjuang sejak lama mengurus dan menata parkir di pasar tersebut.

Baca Juga :  SMSI Raih Penghargaan dari Kapolda Lampung

“Intinya AKLI mendukung pengelola parkir lama tetap melakukan aktivitasnya. Jangan sampai diganti sepihak dan mengakibatkan kericuhan ditengah kondusivitas daerah yang sedang adem ayem seperti ini,” pungkasnya. (bg/rls)

Baca Lebih Banyak Berita di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *